Jakarta, CoreNews.id – Badan Energi Internasional (IEA) memutuskan melepas sekitar 400 juta barel cadangan minyak darurat untuk menstabilkan harga minyak global setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu gejolak pasar energi dunia.
Keputusan tersebut disepakati secara bulat oleh 32 negara anggota IEA. Jumlah minyak yang dilepas setara dengan sekitar sepertiga dari total cadangan pemerintah negara-negara anggota dan menjadi pelepasan terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.
“Pasar minyak bersifat global, sehingga respons terhadap gangguan besar juga harus bersifat global,” ujar Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.
Langkah ini diambil setelah pasar minyak kehilangan sekitar 15 juta barel per hari akibat terganggunya jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz.
Pelepasan cadangan akan dimulai pada 18 Maret 2026 dengan kontribusi dari sejumlah negara anggota. Jepang berencana melepas sekitar 80 juta barel minyak, Inggris 13,5 juta barel, Korea Selatan 22,46 juta barel, dan Jerman sekitar 19,51 juta barel.
IEA berharap langkah tersebut dapat meredam gejolak harga minyak serta menjaga stabilitas pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.












