Jakarta, CoreNews.id — Film Palestina sekaligus nominasi Oscar The Voice of Hind Rajab dilarang ditayangkan oleh Badan Sensor Film India (CBFC). The Voice of Hind Rajab merupakan dokudrama yang mengangkat kisah tragis seorang anak perempuan, Hind Rajab (5 tahun), yang meninggal dunia setelah ditembak oleh militer Israel pada awal 2024 dalam perang Gaza. Larangan penayangan film arahan sutradara Kaouther Ben Hania ini, pertama kali mencuat pada 19 Maret 2026.
Kementerian Informasi dan Penyiaran maupun CBFC hingga saat ini dicatat belum memberikan tanggapan resmi terkait pelarangan tersebut. Namun demikian, seorang pejabat senior menyebutkan bahwa film tersebut telah dirujuk ke Komite Peninjau CBFC dalam beberapa hari terakhir untuk ditinjau ulang.
Pelarangan yang dilakukan CBFC tersebut, segera mendapat kritik dari anggota parlemen Partai Kongres, Shashi Tharoor. Ia menyebut pelarangan film The Voice of Hind Rajab sebagai tindakan yang memalukan. Menurut Tharoor, penayangan film adalah cermin kebebasan berekspresi dalam masyarakat dan tidak ada hubungannya dengan pemerintah. “Melarang film karena berpotensi merusak hubungan luar negeri merupakan hal yang tidak pantas,” pungkas Tharoor.*













