Jakarta, CoreNews.id – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mulai menerapkan langkah efisiensi anggaran sebagai respons kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi membebani APBN. Kebijakan ini mencakup penghematan BBM, pengaturan listrik, dan pengetatan perjalanan dinas.
Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, mengatakan efisiensi dilakukan sebagai komitmen menjaga pengelolaan anggaran negara.
“Yakni penghematan penggunaan BBM untuk pejabat eselon I hingga III, pengaturan listrik, serta pengetatan perjalanan dinas,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Pengaturan listrik dilakukan melalui pembatasan penggunaan dan pemadaman terjadwal mulai pukul 18.00 WIB. Setjen juga menargetkan penghematan sekitar Rp1,5 miliar per tahun dari pembatasan kendaraan dinas.
Selain itu, opsi work from home (WFH) pada hari Jumat tengah dipertimbangkan guna menekan konsumsi BBM. Pengeluaran rapat juga diperketat, termasuk penghapusan jamuan untuk pertemuan singkat.
Indra menegaskan, efisiensi dilakukan secara selektif tanpa mengganggu pelayanan kepada pimpinan dan anggota DPR.













