Jakarta, CoreNews.id — Dua anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia meninggal akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, pada Senin (30/3/2026). Ledakan yang terjadi di dekat Bani Hayyan, sektor timur tersebut, menghancurkan kendaraan mereka serta melukai pasukan penjaga perdamaian lain. Satu di antaranya, mengalami luka serius.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix dalam pernyataannya di Markas Besar PBB, di New York, seperti dikutip di Jakarta, (31/3/2026). Menurut Lacroix, pihaknya mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran.
Sebagai informasi, sebanyak 756 anggota yang berasal dari Indonesia berpartisipasi dalam UNIFIL Lebanon, berdasar situs Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), per Januari 2026. Dari seluruh anggota yang berpartisipasi tersebut, dicatat tiga prajurit TNI telah meninggal di Lebanon.*













