Jakarta, CoreNews.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber publik pertama di Indonesia, baru saja mencatatkan tahun terkuat dalam sejarah operasionalnya. Laba bersih melonjak drastis lebih dari 8.500 persen, didorong oleh pendapatan yang tumbuh 62 persen serta strategi agresif produk berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dalam laporan keuangan audited FY2025 yang diumumkan pada 30 Maret 2026, emiten bersandi CYBR ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp65,4 miliar, melompat tajam dibandingkan periode sebelumnya yang hanya Rp0,8 miliar. Lonjakan ini disertai dengan perbaikan marjin laba kotor dari 36,2 persen menjadi 54,0 persen.
“Tahun 2025 menjadi momen penting bagi ITSEC Asia. Kami tidak hanya mencapai profitabilitas, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis, mempercepat pengembangan kapabilitas berbasis AI,” ujar Patrick Rudolf Dannacher, Presiden Direktur ITSEC Asia, dalam keterangan resmi, Minggu (30/3/2026).
Pendapatan Tembus Rp527 M, Laba Operasi Berbalik Positif
Sepanjang FY2025, ITSEC Asia membukukan pendapatan bersih sebesar Rp527,1 miliar, naik 62,1 persen dibandingkan FY2024 yang sebesar Rp325,1 miliar. Laba kotor pun ikut terdongkrak 141,6 persen menjadi Rp284,6 miliar.
Yang tak kalah mencolok, pos laba usaha berbalik positif secara tegas menjadi Rp92,5 miliar, setelah tahun sebelumnya masih mencatatkan rugi operasional Rp435 juta. Laba per saham (EPS) dasar melesat dari hanya Rp0,12 menjadi Rp9,72.
Manajemen ITSEC Asia menyebutkan bahwa titik balik struktural ini tidak lepas dari efisiensi operasional dan keberhasilan ekspansi ke segmen enterprise, UKM, hingga konsumen.
Strategi AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Sepanjang 2025, ITSEC Asia gencar meluncurkan produk keamanan siber berbasis AI. Dua unggulan utama yang menjadi katalis pertumbuhan adalah:
- IntelliBroń Aman: Aplikasi keamanan siber konsumen berbasis AI yang bermitra dengan Infinix Smartphone melalui skema pre-installation. Dalam bulan pertama, unduhan tembus lebih dari 100.000.
- IntelliBroń Orion: Layanan threat intelligence real-time untuk segmen UKM, menjawab kebutuhan perlindungan siber bagi usaha kecil dan menengah.
Selain itu, perseroan mendirikan PT ITSEC Cyber Academy, anak usaha yang fokus pada pelatihan Cyber dan AI. Langkah ini langsung membuahkan kontrak besar dari sektor pemerintah dan enterprise.
Peran Nasional dan Kesehatan Keuangan
ITSEC Asia juga turut menginisiasi Gerakan Keamanan Siber Nasional bersama ADIGSI dan BSSN. Kolaborasi ini memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra resmi dalam kerangka ketahanan siber nasional, termasuk perlindungan infrastruktur kritis dan pengembangan talenta digital.
Dari sisi struktur keuangan, total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp256,2 miliar. Gearing ratio membaik drastis dari 1,13x menjadi 0,20x, mencerminkan neraca yang jauh lebih sehat. Belanja modal (Capex) sebesar Rp27,0 miliar dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur teknologi dan aset tak berwujud.
“Kami optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi ekosistem digital Indonesia,” tutup Patrick.
Dengan kinerja cemerlang ini, saham CYBR diprediksi bakal menarik perhatian investor, menyusul fundamental yang menunjukkan kematangan struktural sebagai institusi keamanan siber berbasis AI terdepan di Tanah Air.













