Jakarta, CoreNews.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata sementara dalam rangka perayaan Paskah Ortodoks pada 11–12 April 2026. Kebijakan ini berlaku mulai Sabtu pukul 16.00 hingga akhir Minggu, sebagaimana disampaikan Kremlin.
“Terkait dengan mendekatnya hari raya Paskah Ortodoks, gencatan senjata diumumkan,” tulis Kremlin dalam pernyataannya.
Sebelumnya, Rusia sempat menolak usulan serupa dari Ukraina. Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov telah menginstruksikan Kepala Staf Valery Gerasimov untuk menghentikan operasi militer selama periode tersebut, meski pasukan tetap siaga.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapan Kyiv untuk merespons langkah tersebut. Ia menegaskan Ukraina terbuka terhadap penghentian konflik secara penuh dan menginginkan perayaan Paskah berlangsung damai.
Namun, Zelenskyy berharap Rusia tidak kembali melancarkan serangan setelah gencatan senjata berakhir, mengingat seruan damai sebelumnya kerap diiringi eskalasi militer.













