Jakarta, CoreNews.id – Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menetapkan target operasional ambisius untuk tahun 2026 dengan menjadikan capaian 2025 sebagai pijakan utama. Strategi ini diarahkan untuk memperkuat hilirisasi, efisiensi, serta penciptaan nilai tambah berkelanjutan di sektor pertambangan nasional.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, keberhasilan target 2026 sangat ditentukan oleh kesiapan administratif dan teknis. Hal itu mencakup ketepatan perolehan RKAB, kesiapan alat produksi, hingga peningkatan kapasitas logistik.
“Perolehan RKAB tepat waktu dan kesiapan operasional menjadi kunci pencapaian target 2026,” ujar Maroef dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Pada 2025, sejumlah komoditas menunjukkan kinerja positif. Produksi aluminium PT Inalum tercatat mencapai 280 ribu ton, melampaui target 275 ribu ton. Untuk 2026, target ditetapkan 275 ribu ton dengan fokus stabilisasi operasional.
Di sektor batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan kenaikan produksi sebesar 5 persen menjadi 49,5 juta ton dari realisasi 47,2 juta ton pada 2025. Sementara itu, produksi bijih bauksit PT Antam Tbk diproyeksikan melonjak 85 persen menjadi 5,3 juta wet metric ton (wmt), sejalan dengan strategi hilirisasi.
Untuk bijih nikel, produksi ditargetkan naik 33 persen menjadi 24,4 juta wmt, didorong oleh operasional blok Bahodopi dan Pomalaa. Adapun produksi emas ditargetkan meningkat 6 persen menjadi 31,7 juta ton, serta feronikel naik 14 persen menjadi 18,4 ribu ton.
Di sisi lain, target nikel matte PT Vale Indonesia disesuaikan menjadi 68,4 ribu ton akibat rencana perawatan pabrik. Pertumbuhan signifikan justru diproyeksikan pada PT Timah Tbk yang ditargetkan melonjak 63 persen menjadi 29,1 ribu ton.
Maroef menegaskan, strategi MIND ID berfokus pada penguatan hilirisasi dan efisiensi untuk mendukung kontribusi terhadap perekonomian nasional.













