Jakarta, CoreNews.id – Harga minyak dunia melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan konflik Iran. Lonjakan terjadi setelah Presiden Donald Trump memperingatkan blokade terhadap Iran bisa berlangsung berbulan-bulan.
Mengutip laporan The Guardian, harga minyak Brent menembus US$126 per barel atau naik lebih dari 13 persen dalam 24 jam, menjadi level tertinggi sejak 2022. Kenaikan dipicu kebijakan Amerika Serikat yang mempertahankan blokade pelabuhan Iran.
Sebagai respons, Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Penutupan ini mengganggu pasokan global hingga 20 juta barel per hari.
Situasi diperburuk gagalnya pembicaraan damai AS-Iran di Islamabad. Trump menegaskan blokade akan terus berlanjut sebagai tekanan terhadap Iran.













