Jakarta, CoreNews.id – Bank pembangunan daerah (BPD) terus didorong memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi regional. Di tengah tuntutan menjaga kinerja keuangan tetap sehat, bank daerah juga diharapkan mampu memperluas pembiayaan ke sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bank Kalbar menjadi salah satu BPD yang bergerak memperkuat organisasi dan strategi bisnis. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai calon Direktur Utama (Dirut).
Penunjukan tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap program pemerintah sekaligus meningkatkan kontribusi Bank Kalbar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Kinerja Keuangan Dinilai Solid
Edy menilai Bank Kalbar memiliki fondasi bisnis yang kuat untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal. Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun 2025, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat 1,85 persen dan NPL net 0,58 persen.
Efisiensi operasional juga terjaga dengan rasio BOPO sebesar 69,94 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 36,97 persen.
Dari sisi profitabilitas, return on asset (ROA) Bank Kalbar berada di level 2,61 persen dan return on equity (ROE) mencapai 12,28 persen. Likuiditas perseroan juga dinilai sehat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 85,59 persen.
Pada 2025, total aset Bank Kalbar tercatat mencapai Rp 27,68 triliun dengan aset produktif sebesar Rp 26,75 triliun. Kondisi tersebut mendorong laba bersih perseroan mencapai Rp 511 miliar.
“Hal tersebut menunjukkan Bank Kalbar sangat siap dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi daerah,” kata Edy dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Bidik Ekspansi Kredit UMKM
Ke depan, Bank Kalbar membidik peningkatan pembiayaan UMKM sebagai salah satu fokus utama perseroan. Hingga 31 Maret 2026, penyaluran kredit UMKM tercatat mencapai Rp 2,93 triliun dengan jumlah debitur lebih dari 19.000 nasabah.
“Bank Kalbar siap meningkatkan porsi UMKM lebih besar dari tahun 2025,” ujar Edy.
Meski membidik ekspansi kredit UMKM, perseroan menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko, fungsi kepatuhan, dan audit berkala.
Dengan strategi ekspansi yang terukur dan kondisi keuangan yang solid, Bank Kalbar diharapkan mampu memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan sektor produktif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.













