Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Yumi, Busur Panjang dan Asimetri Dalam Tradisi Jawa Kuna

by Irawan Djoko Nugroho
4 Februari 2024 | 19:19
in Humaniora
Dalam relief Borobudur tersebut, tampak jelas sang pemanah menggunakan panahnya secara asimetri. Di mana sang pemanah memegang busurnya pada posisi dua pertiga dari ujung atas busur.

Busur Asimetri Jawa Kuna Dalam Relief Karmawibangga Borobudur

Bagikan sekarang:

Corenews.id  Ì¶  Yumi adalah istilah busur dalam bahasa Jepang. Yumi demikian terkenal karena dinilai elegan dan panjang, dengan perbedaan yang mudah dikenali dibandingkan dengan yang digunakan di Barat. Pada ketinggian rata-rata 2 m, mereka lebih tinggi dari pemanah, sehingga sangat berbeda dengan busur Barat yang lebih pendek dan karena itu lebih kuat.

Berbeda juga dengan busur lainnya di dunia, Yumi mempunyai bentuk asimetri. Pegangan berada pada posisi dua pertiga dari ujung atas busur sehingga kurva bagian atas dan bagian bawah busur berbeda. Secara tradisional, Yumi terbuat dari bambu, kayu, dan kulit.

Gambar 1: Yumi (Busur Jepang)

Gambar 2: Yumi Saat Dibentangkan Pemanahnya

Dari informasi tersebut, dapat dikatakan jika Yumi memiliki 2 ciri khas. Pertama. Sebagai busur yang memiliki bentuk sangat panjang melebihi pemanahnya (sekitar 2 m). Kedua. Yumi memiliki bentuk asimetri.

Jejak Yumi Dalam Tradisi Jawa Kuna

Di Jawa Kuna, dikenal adanya busur-busur yang sangat panjang, baik dalam bentuk simetri maupun asimetri. Jejak-jejak busur tersebut, terdapat dalam rangkaian relief candi yang ada di Jawa. Jejak busur tradisi Jawa Kuna yang memiliki bentuk asimetri seperti Yumi misalnya, dapat dilihat dalam relief Karmawibangga Borobudur.

Dalam relief tersebut, tampak jelas sang pemanah menggunakan panahnya secara asimetri. Di mana sang pemanah memegang busurnya pada posisi dua pertiga dari ujung atas busur.

Gambar 3: Busur Asimetri Jawa Kuna Dalam Relief Karmawibangga Borobudur

Bila dilihat dari bentuk gambar relief yang ada, tampak bila para pengguna busur asimetri tersebut merupakan pemburu dan bukan dari kalangan istana jika melihat tampilan pemanahnya. Namun tidak berarti busur asimetri hanya digunakan oleh para pemburu dari kalangan non istana. Hal ini dapat dilihat dalam relief Jataka Borobudur sebagaimana berikut.

READ  Sejarah dan Tradisi Budaya Ogoh-Ogoh Khas Bali

Gambar 4: Busur Asimetri Jawa Kuna Dalam Relief Jataka Borobudur

Sekalipun kondisi relief tidak sempurna karena rusak, busur yang digunakan pemanah yang jika dilihat dari tampilannya tampak sebagai seorang bangsawan dengan ragam hias rambut yang dikenakan, terlihat asimetri. Hal ini karena pegangan busur yang juga sebagai tempat untuk memanah tampak lebih pendek dari ujung busur. Selain itu busur yang dilukiskan juga tampak lebih tinggi dari sang pemanah. Jika melihat busur di belakang langsung sang pemanah pertama, tampak busur yang ada jauh lebih tinggi dari mereka yang membawanya. 

Busur Panjang Simetri Dalam Tradisi Jawa Kuna

Selain jejak busur panjang dalam tradisi Jawa Kuna yang asimetri, Jawa Kuna juga mengenal busur panjang yang simetri. Misalnya saja adalah gambar relief Prambanan sebagai berikut.

Gambar 5: Rama dan Busurnya Dalam Relief Prambanan

Busur yang digunakan Rama saat memusnahkan musuh ini dilukiskan sangat panjang. Karena sekalipun rusak, busur yang telah direntangkan tampak bagian bawahnya menyentuh tanah (kaki) Rama dan busur bagian atasnya, tingginya di atas tinggi Rama. Ujung atas busur juga tampak menarik karena membentuk sebuah lengkungan yang indah.

Demikian pula gambar relief Prambanan lainnya. Gambar relief tersebut adalah sebagai berikut.

Gambar 6: Rama dan Busurnya Dalam Relief Prambanan

Gambar busur Rama saat memanah buaya dalam relief tersebut, dilukiskan sangat panjang. Hal ini karena busur tersebut saat dibentangkan bagian bawahnya digambarkan menyentuh tanah dan bagian atasnya melebihi tinggi Rama.

Busur Pendek Simetri Dalam Tradisi Jawa Kuna

Selain busur panjang asimetri dan simetri, Jawa Kuna sesungguhnya juga mengenal busur pendek. Semua busur pendek tersebut merupakan busur simetri. Misalnya saja sebagaimana pada gambar relief Avadana Borobudur, sebagai berikut.

READ  Asal-Usul Balap Karung: Jejak Kolonial Hingga Kreativitas Rakyat

Gambar 7: Busur Pendek Dalam Relief Avadana Borobudur

Gambar di atas tampak terlihat sang pemanah tengah menarik busurnya hingga melengkung. Busur bagian bawah dilukiskan setinggi paha pemanahnya saat digunakan dan bagian atasnya setinggi ujung atas hiasan kepala pemanahnya. Dengan ukuran tersebut, busur tersebut dapat dikategorikan busur pendek bila diperbandingkan dengan panah Rama dalam relief Prambanan sebelumnya.   

Selain itu, busur pendek juga tampak pada gambar Laksmana dengan busurnya sebagaimana penggambaran dalam relief Penataran.

Gambar 8: Busur Pendek Laksmana Dalam Relief Penataran

Bila dilihat dari gambarnya, tampak busur yang digunakan Laksmana merupakan gambar busur pendek. Berdasar perbandingannya, busur tersebut kala digunakan bagian bawahnya setinggi paha pemanahnya dan bagian atasnya setinggi hiasan kepala pemanahnya. Gambar yang terlihat mirip dengan gambar relief Avadana Borobudur sebelumnya.

Namun demikian kedua panah tipe pendek tersebut sekalipun memiliki ukuran yang sama, keduanya sesungguhnya memiliki perbedaan bentuk. Pada tipe relief Avadana Borobudur, tampak busur saat dibentangkan membentuk pola setengah lingkaran penuh. Sementara itu tipe relief Penataran, tampak busur memiliki sisi-sisi busur yang melengkung yang jelas. Karena itu kala busur dibentangkan, ia tidak akan membentuk pola setengah lingkaran penuh. Busur tipe relief Penataran ini, tampak lebih mirip seperti busur Mongolia.

Gambar 9: Busur Mongolia

Kesimpulan

Dari hal tersebut, dapat dikatakan jika pada tradisi Jawa Kuna dikenal banyak tipe busur. Baik tipe panjang simetri maupun panjang asimetri, juga tipe pendek yang melengkung membentuk pola setengah lingkaran penuh maupun yang tidak. Sayangnya semua tradisi busur Jawa Kuna tersebut pada saat ini hilang karena tidak dilanjutkan.

Yang tertinggal pada saat ini adalah busur tipe gandewa. Ia dibuat dari kayu, bambu dan tali. Busur ini jika dilihat dari sisi bentuk merupakan tipe busur pendek sebagaimana era Jawa Kuna. Sekalipun dengan detail yang lebih sederhana, gandewa tampak lebih melanjutkan busur tipe relief Penataran karena tidak membentuk pola setengah lingkaran penuh saat dibentangkan.

READ  Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

Gambar 10: Jemparingan

Sumber:

https://www.photodharma.net/
https://id.quora.com/Jika-pasukan-Mongol-terkenal-dengan-senjata-busur-panahnya-bisa-menaklukkan-wilayah-yang-luas-bagaimana-dengan-Majapahit-Apa-senjata-yang-digunakan
https://www.idntimes.com/sport/arena/dodi-bayu-wijoseno/kyudo-seni-bela-diri-panahan-asal-jepang-c1c2?page=all
https://www.fun-japan.jp/id/articles/12491

http://www.kendojogja.com/2019/05/way-of-bow-kyudo-bagian-2.html

https://www.birulangit.id/2017/11/beberapa-jenis-panah-tradisional.html
Tags: BorobudurJawa KunoPenataranPrambananYumi
Previous Post

Tim Hukum AMIN dan Ganjar-Mahfud Kompak Beri Bantuan Hukum untuk Butet

Next Post

Kuliner Kota Solo: Menikmati Kelezatan Tradisional yang Menggoda Lidah

Next Post
Kuliner Kota Solo: Menikmati Kelezatan Tradisional yang Menggoda Lidah

Kuliner Kota Solo: Menikmati Kelezatan Tradisional yang Menggoda Lidah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00
Acara Puncak TOP Digital Awards 2025 Digelar Hari Ini: Inovasi Cerdas Menyongsong Transformasi Digital

Acara Puncak TOP Digital Awards 2025 Digelar Hari Ini: Inovasi Cerdas Menyongsong Transformasi Digital

4 Desember 2025 | 06:00

POPULER

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Kwik Kian Gie

Wafat di Usia 90, Ini 6 Warisan Pemikiran Kwik Kian Gie yang Masih Menginspirasi

29 Juli 2025 | 16:40
menaker-dorong-sertifikasi-murah-inklusif

Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Murah, Disabilitas Terbantu

15 Januari 2026 | 09:00
Kisah Penciptaan Nabi Adam AS

Kisah Penciptaan Nabi Adam AS

25 Juli 2024 | 13:00
negara miskin dunia

10 Negara Termiskin di Dunia per Januari 2025

31 Januari 2025 | 21:47
Viral Susu MBG Hanya 30 Persen Susu, Ini Kata BGN

Viral Susu MBG Hanya 30 Persen Susu, Ini Kata BGN

1 Oktober 2025 | 14:56
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved