Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Indonesia Defisit Beras 2,4 Juta Ton

by Irawan Djoko Nugroho
12 Februari 2024 | 11:14
in Ekonomi
Menurut Arief Prasetyo Adi kembali, hal yang terpenting saat ini adalah memastikan ketersediaan stok beras nasional aman. Sebab, produksi beras yang menurun sebagai dampak El Nino membuat masa tanam mundur. Sehingga membuat permintaan dan ketersediaan menjadi tidak seimbang.

Ilustrasi: Beras

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut kebutuhan beras pada bulan Februari 2024 defisit 2,4 juta ton. Kondisi beras saat ini, juga masih tertekan karena panen baru mulai Maret 2024.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, (12/2/2024). Informasi Arief tersebut untuk membantah kelangkaan dan kenaikan harga beras terjadi karena adanya hajatan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Keluhan kelangkaan dan mahalnya beras, sebelumnya dikeluhkan oleh Asosiasi Peritel Indonesia (Arprindo). Menurut Aprindo, saat ini peritel mulai kesulitan mendapatkan suplai beras tipe premium lokal dengan kemasan 5 kg. Berdasarkan panel harga Bapanas, (11/2), harga beras memang sudah melambung tinggi di atas HET. Harga beras jenis premium saat ini mencapai Rp 15.860/kg, padahal HET-nya berkisar 12.900 s.d 14.800/kg. Sementara beras jenis medium mencapai Rp 13.860/kg jauh lebih tinggi dari HET-nya hanya berkisar Rp 10.900 s.d 11.800/kg.*

READ  Arab Saudi dan Iran Resmi Bergabung Dengan BRICS
Tags: AprindoBadan Pangan NasionalBapanas
Previous Post

BTN Bukukan Laba Rp 3,5 Triliun Sepanjang Tahun 2023

Next Post

Apple dan Samsung Kuasai Pangsa Pasar Smartphone Dunia 2023

Next Post
Menurut Canalys pula, total smartphone yang terkirim ke seluruh dunia sepanjang 2023 mencapai 1,14 miliar unit. Dari angka tersebut, Apple berkontribusi atas pengiriman 229,2 juta unit, sehingga meraih pangsa pasar 20 persen.

Apple dan Samsung Kuasai Pangsa Pasar Smartphone Dunia 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

Kwik Kian Gie

Wafat di Usia 90, Ini 6 Warisan Pemikiran Kwik Kian Gie yang Masih Menginspirasi

29 Juli 2025 | 16:40
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

16 Januari 2026 | 21:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
Menurut Billy, kakao dan kopi memiliki keunggulan ekologis dibanding komoditas lain karena tidak mendorong pembabatan hutan yang menyebabkan homogenisasi hutan. Sistem tanamnya pun, masih mempertahankan tutupan hutan. Sehingga, masih ada shade tree dan tanamannya bisa berada di antara hutan produksi, tidak menjadi monokultur.

Pembangunan Ekonomi Papua Seharusnya Bertumpu pada Kakao dan Kopi Bukan Sawit

17 Januari 2026 | 13:29
skandal-dsi-ponzi-berkedok-syariah

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

15 Januari 2026 | 22:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved