CoreNews.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani blak-blakan soal komunikasi dengan presiden terpilih Prabowo Subianto terkait transisi pemerintah dan rancangan APBN maupun Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025.
Sri Mulyani mengaku pihaknya terus berkomunikasi dengan tim maupun perwakilan Prabowo. Hal ini dilakukan agar aspirasi dari Prabowo bisa diwadahi dalam rancangan anggaran tahun depan itu.
“Kami terus berkomunikasi dengan tim maupun orang-orang yang ditunjuk Pak Prabowo, sehingga apa yang kita tuangkan akan bisa sedapat mungkin memasukkan seluruh aspirasi,” katanya saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senin (20/5).
Menurut Sri Mulyani, hal itu juga harus dilakukan agar program-program Prabowo bisa dilaksanakan secepatnya.
“Sehingga pemerintah baru programnya dan prioritas kemauannya tetap bisa berjalan tanpa harus menunggu,” ucap Sri Mulyani.
Belakangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Sri Mulyani terus menjaga komunikasi dengan Prabowo. Ini diungkap oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo. Menurutnya, ada rencana pembentukan tim transisi, meski hilalnya sampai saat ini belum terlihat.
“Sejauh ini yang kami tahu Presiden Jokowi sudah memerintahkan dan menugaskan Bu Sri Mulyani untuk terus membangun komunikasi dengan presiden terpilih (Prabowo Subianto),” kata Prastowo dalam pertemuan di Ciasem 12, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).
Anak buah Sri Mulyani itu juga mengatakan obrolan perlu dibangun dengan tim Prabowo. Harapannya, transisi pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo bisa berjalan lancar.