CoreNews.id, Jakarta – Sekolah Rakyat adalah inisiatif yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Program ini direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026, dengan 53 lokasi yang telah siap menyelenggarakan Sekolah Rakyat.
Tujuan dan Sasaran: Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya mereka yang termasuk dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi peserta didik akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan verifikasi status ekonomi, diikuti dengan tes akademik.
Fasilitas dan Kurikulum: Sekolah Rakyat akan berbentuk asrama penuh (boarding school), menyediakan fasilitas seperti asrama, ruang kelas, tempat ibadah, kantin, dan fasilitas olahraga. Kurikulum yang diterapkan akan mengikuti standar pendidikan nasional, dengan penekanan pada penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan.
Lokasi dan Dukungan: Lokasi Sekolah Rakyat tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Papua. Selain itu, dua universitas, yaitu Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), telah menyatakan komitmen mereka dalam mendukung penyelenggaraan program ini.
Rekrutmen dan Pelaksanaan: Rekrutmen siswa dan guru direncanakan dimulai pada akhir Maret atau awal April 2025, setelah mendapat persetujuan Presiden. Jika semua berjalan sesuai rencana, pendaftaran akan dibuka dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat memutus rantai kemiskinan dan memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Program ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.