CoreNews.id, Jakarta – Uraina dan Rusia akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata terbatas, setelah pertemuan antara kedua presiden dengan Presiden AS, Donald Trump. Meskipun kesepakatan ini telah dicapai, belum ada kejelasan mengenai waktu pemberlakuan gencatan senjata dan infrastruktur apa saja yang akan dilindungi.
Kesepakatan ini muncul setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak usulan Trump untuk melakukan gencatan senjata penuh selama 30 hari. Hal ini menunjukkan betapa besar tantangan yang dihadapi Trump dalam upayanya mengakhiri perang dengan cepat.
Pembahasan Infrastruktur yang Dilindungi
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa pembicaraan teknis akan dilakukan di Arab Saudi pada akhir pekan ini untuk menentukan jenis infrastruktur yang akan dilindungi. Keputusan tersebut sangat penting untuk memastikan fasilitas mana yang masuk dalam perlindungan gencatan senjata.
Menurut pernyataan Gedung Putih, kesepakatan ini mencakup “energi dan infrastruktur”, sementara Kremlin hanya menyebut “infrastruktur energi”. Di sisi lain, Zelenskyy menginginkan agar perlindungan juga mencakup jalur kereta api dan pelabuhan.
Usulan Trump dan Tanggapan Ukraina
Presiden Trump menyarankan agar Ukraina menyerahkan kepemilikan pembangkit listriknya kepada AS untuk memastikan perlindungan yang lebih kuat. Selain itu, Washington berencana memperoleh akses ke mineral penting Ukraina sebagai bentuk pembayaran sebagian bantuan perang.
Selain itu, Zelenskyy juga meminta tambahan sistem pertahanan rudal Patriot, yang akan dibahas lebih lanjut oleh Trump. Putin sendiri setuju untuk tidak menyerang infrastruktur energi Ukraina, tetapi tetap menolak usulan gencatan senjata penuh selama 30 hari.
Tuntutan Rusia dan Respons AS
Rusia menuntut agar Barat menghentikan bantuan militer ke Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan damai. Namun, Amerika Serikat menolak tuntutan tersebut dan menegaskan bahwa berbagi intelijen dengan Ukraina akan terus berlanjut.
Gedung Putih menyebut pembicaraan antara Trump dan Putin sebagai langkah awal menuju perdamaian, namun tidak ada tanda-tanda bahwa Putin akan melunak dalam persyaratan kesepakatan damai.
Pertemuan Lanjutan di Arab Saudi
Para ahli dari AS, Ukraina, dan Rusia dijadwalkan bertemu di Arab Saudi untuk membahas implementasi gencatan senjata. Namun, belum jelas apakah AS akan bertemu dengan Ukraina dan Rusia secara bersamaan atau secara terpisah.