CoreNews.id, Jakarta – Jakarta – Struktur kepengurusan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akhirnya diumumkan oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, pada Senin (24/3/2025). Pengumuman ini menarik perhatian publik, terutama karena melibatkan sejumlah tokoh besar di dalamnya.
Dua mantan presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), didapuk sebagai anggota Dewan Pengarah. Selain itu, nama-nama penting lainnya yang bergabung dalam struktur kepengurusan Danantara meliputi Menteri BUMN Erick Thohir, Mantan Deputi Gubernur BI Mualiman Hadad, Menteri Sekretariat Negara Praseyto Hadi, hingga investor global Ray Dalio.
Namun, ada satu hal yang menarik perhatian: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak disebutkan dalam pengumuman awal.
Sri Mulyani Baru Disebut Saat Sesi Tanya Jawab
Keberadaan Sri Mulyani dalam kepengurusan Danantara baru terungkap saat sesi tanya jawab dengan wartawan. Saat ditanya soal perannya, Rosan Roeslani buru-buru mengonfirmasi bahwa Sri Mulyani sebenarnya masuk dalam struktur sebagai Dewan Pengawas.
“Menteri Keuangan ada di Dewan Pengawas, mohon maaf tadi terlewat, sebenarnya ada di Dewan Pengawas,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Senin (24/3/2025), seperti dikutip dari YouTube KompasTV, Selasa (25/3/2025).
Empat Perempuan di Kepengurusan Danantara
Selain Sri Mulyani, ada tiga perempuan lain yang turut berperan dalam pengawasan dan operasional Danantara, yakni Isma Yatun, Ivy Santoso, dan Febriany Eddy. Keempat perempuan ini memiliki rekam jejak yang kuat di bidang keuangan, investasi, dan manajemen, sehingga diharapkan dapat memperkuat posisi Danantara sebagai lembaga investasi strategis Indonesia.
Dengan susunan pengurus yang diisi nama-nama besar serta tokoh berpengaruh, langkah Danantara ke depan tentu akan menjadi sorotan utama, baik dalam pengelolaan investasi maupun dalam dinamika politik dan ekonomi nasional.