Jakarta, CoreNews.id – Transformasi digital kini menjadi instrumen strategis bagi daya saing global, kedaulatan, dan ketahanan ekonomi Indonesia. Dalam puncak acara penghargaan TOP Digital Awards 2025 yang diselenggarakan di Hotel Raffles, Kamis, 4/12/2025, Ketua Tim Pelaksana Wantiknas Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA menegaskan bahwa digital bukan sekadar alat operasional, melainkan pilar utama pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sejak memimpin Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) pada 2014, Ilham mengemban mandat strategis untuk merumuskan kebijakan umum serta mengoordinasikan arah pembangunan TIK lintas instansi. Ia menekankan bahwa seluruh pilar dalam visi Indonesia 2045 memiliki unsur digital yang kuat, khususnya pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK. Penguasaan teknologi, menurutnya, merupakan fondasi inovasi, pemerataan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ilham menyoroti bahwa digital harus dipahami sebagai instrumen daya saing global, kedaulatan nasional, dan ketahanan ekonomi. Pemanfaatannya membutuhkan operational excellence melalui integrasi sistem, pemanfaatan data real time, hingga pengambilan keputusan berbasis analitik dan kecerdasan buatan. Karena itu, digital leadership menjadi elemen paling krusial dalam transformasi digital — bukan sekadar pembelian teknologi, tetapi keberanian merancang proses, tata kelola, dan budaya kerja baru yang kolaboratif, adaptif, inklusif, serta berbasis data.
Saat ekonomi digital global menyumbang sekitar 15% PDB dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mempercepat kontribusi ekonominya. Namun, tantangan infrastruktur, kesiapan SDM, integrasi sistem, dan keamanan siber masih perlu dibenahi. Ilham menekankan bahwa produktivitas digital harus ditingkatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen teknologi dan konten digital di pasar global. Hal ini terutama penting mengingat konten digital berbahasa Indonesia masih berada di kisaran 1% dari total konten global.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi game changer — seperti artificial intelligence, quantum computing, robotics, hingga IoT — risiko keamanan siber pun meningkat. Ilham mengingatkan bahwa keamanan merupakan prasyarat utama transformasi digital: tanpa kepercayaan pada keamanan sistem, masyarakat dan industri akan sulit berpartisipasi optimal dalam ekonomi digital.
Menutup sambutannya, Ilham menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan digital yang kuat, tata kelola yang kokoh, serta pengembangan SDM digital yang produktif. Dengan kolaborasi menyeluruh, Wantiknas siap menjadi pemasuk, pengarah, penghubung, dan pengawal transformasi digital Indonesia menuju bangsa yang berdaulat, berdaya saing, dan tangguh di era ekonomi digital.













