Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Mirae Asset: Emas, Konsumsi, dan Telekom Jadi Primadona Investasi 2026

by Redaksi
5 Desember 2025 | 09:30
in Pasar Modal
Tingkatkan Layanan Nasabah, Mirae Asset Tunjuk COO Baru

Foto: Mirae Asset

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai perekonomian Indonesia akan tetap solid saat memasuki 2026, meskipun ketidakpastian global masih tinggi. Ketahanan ekonomi domestik dinilai ditopang oleh stabilitas makro, penguatan konsumsi rumah tangga, serta prospek komoditas yang tetap konstruktif.
‎
‎Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menyebut sinergi kebijakan fiskal dan moneter, potensi penguatan rupiah, serta dorongan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan dan sentimen pasar tahun depan.
‎
‎“Emas, batu bara, dan nikel masih menjadi penopang kuat sektor eksternal Indonesia dan terus menawarkan peluang investasi,” ujar Rully dalam Media Day di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
‎
‎Mirae Asset memproyeksikan ekonomi nasional tumbuh 5,3% pada 2026 dan 5,4% pada 2027, dengan inflasi terkendali di 2,5%. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan menguat menuju Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026 seiring melemahnya indeks DXY dan meningkatnya efektivitas koordinasi kebijakan fiskal–moneter.‎
‎Rully mencermati lanskap global tahun depan masih dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi Tiongkok, meningkatnya proteksionisme Amerika Serikat, serta siklus pemangkasan suku bunga di negara maju. Namun, ekspor komoditas utama seperti emas, batu bara, dan ferroalloys diyakini tetap tangguh karena permintaan yang reresilie
‎
‎Pada kesempatan yang sama, Farras Farhan, Senior Research Analyst Mirae Asset, menjelaskan bahwa 2026 akan menjadi tahun divergensi kinerja komoditas. Ia menilai emas masih menjadi aset unggulan dengan potensi harga bertahan di atas USD4.000 per ons, didorong ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, permintaan bank sentral global, serta pemulihan arus masuk ETF.
‎
‎“Emas akan tetap defensif dan atraktif, batu bara solid dari sisi arus kas, sementara nikel memasuki fase penyesuaian pasar yang lebih panjang,” jelasnya.
‎
‎Kondisi tersebut membuat saham seperti ANTM dan BRMS dinilai berpotensi mendapat katalis dari harga emas tinggi. Di batu bara, ADRO dan ADMR dinilai resilien berkat arus kas kuat dan hilirisasi, termasuk proyek aluminium hijau ADMR. Sementara NCKL dipandang menarik melalui integrasi rantai pasok nikel, dan AADI menjadi pilihan di segmen saham berdividen.
‎
‎Selain komoditas, Mirae Asset juga menyoroti katalis pertumbuhan dari sektor konsumsi, telekomunikasi, dan infrastruktur digital.
‎
‎Program MBG diperkirakan mengerek permintaan protein dan produk FMCG, sementara tren penurunan suku bunga dapat meningkatkan sentimen re-rating untuk operator menara dan jaringan fiber optik.

READ  Gencar Edukasi di 11 Kota, Mirae Asset Bongkar Strategi Jitu Hadapi Peluang Investasi 2026

Tags: Investasi 2026Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Previous Post

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

Next Post

Digital Leadership Menjadi Fondasi Kedaulatan dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Next Post
digital-leadership-kedaulatan-ekonomi-bangsa

Digital Leadership Menjadi Fondasi Kedaulatan dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

23 Oktober 2026 | 11:24
qatar-turkiye-pakistan-indonesia-kerja-sama-pertahanan

Qatar, Turkiye, Pakistan, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

23 Oktober 2026 | 08:00
Menurut Hasan, besarnya sanksi tersebut menjadi rekor denda terbesar sepanjang sejarah OJK. OJK juga tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat apabila pelanggaran yang dilakukan memang menuntut konsekuensi hukum yang berat. Khusus penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal tidak berhenti pada sanksi administratif. Jika hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut menemukan dugaan tindak pidana yang didukung bukti cukup, perkara dapat ditindaklanjuti melalui proses penyidikan dan jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun pada Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

23 Oktober 2026 | 15:53
dki-jakarta-transportasi-gratis-pencari-kerja-2027

DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Bagi Pencari Kerja Mulai 2027

23 Oktober 2026 | 09:00
Menurut Firman, penurunan GWM sebesar satu poin persentase diperkirakan dapat menambah likuiditas perbankan sekitar Rp90 triliun. Kebijakan ini ditempuh untuk menyeimbangkan likuiditas di pasar uang dan perbankan di tengah pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga (DPK).

BI Turunkan GWM 2 Persen

23 Oktober 2026 | 16:49
Galeri Nasional Direvitalisasi, 1.876 Karya Seni Disiapkan untuk Dipamerkan

Galeri Nasional Direvitalisasi, 1.876 Karya Seni Disiapkan untuk Dipamerkan

23 Oktober 2026 | 15:11
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved