Jakarta, CoreNews.id – Memasuki momen pergantian tahun, banyak orang tua mulai berhenti sejenak—merenung, mengevaluasi, lalu menyusun ulang resolusi keluarga. Bukan hanya soal keuangan, tetapi juga tentang masa depan anak. Di sinilah pertanyaan besar muncul: apakah orang tua benar-benar sudah mengenali potensi terbaik buah hatinya?
Pertanyaan itu terasa semakin relevan ketika PFI Mega Life hadir di Bandung, membawa sebuah pendekatan unik yang memadukan edukasi, perlindungan, dan pengenalan potensi anak sejak dini. Bekerja sama dengan Talent Spectrum, PFI Mega Life menggelar acara bertajuk “Temukan Cara Memaksimalkan Potensi Terbaik Anak Lewat Analisa Sidik Jari”, yang berlangsung pada 13 Desember 2025 di Hotel Courtyard by Marriott Bandung Dago.
Sejak awal acara, antusiasme para orang tua terasa begitu kuat. Diskusi demi diskusi mengalir, disertai pertanyaan mendalam ketika hasil analisa sidik jari anak mulai dipaparkan. Bagi banyak peserta, momen ini menjadi titik awal memahami minat, bakat, hingga gaya belajar anak secara lebih objektif—bukan lagi berdasarkan asumsi semata.
Co-Founder Talent Spectrum, Hesty Sarah, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan PFI Mega Life ini telah berjalan sejak tahun 2024. Menurutnya, analisa sidik jari memberikan pendekatan berbasis data yang membantu orang tua memahami potensi dasar anak secara lebih akurat.
“Orang tua tidak perlu lagi menebak-nebak. Dari hasil analisa ini, mereka mendapatkan gambaran jelas untuk mendampingi anak sesuai karakter dan potensi alaminya,” ungkap Hesty, dalam keterangannya, 5/1/2026.
Tak hanya soal potensi, acara ini juga menekankan pentingnya perencanaan dana pendidikan yang matang. Adrian Sinarto, Head of Hybrid Digital Agency PFI Mega Life, menegaskan bahwa sejak 2024 pihaknya fokus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya perlindungan dan perencanaan pendidikan yang terstruktur.
“Bagi keluarga yang belum memulai, langkah awal itu sangat krusial. Sementara bagi yang sudah memiliki portofolio keuangan, evaluasi berkala menjadi kunci agar perencanaan tetap relevan dengan perkembangan anak dan kondisi ekonomi,” jelas Adrian.
PFI Mega Life memandang pendidikan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia—namun bukan semata akademis. Pengembangan minat, bakat, dan keterampilan non-akademis menjadi bagian penting dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh. Semua itu, tentu saja, membutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang agar keberlanjutan pendidikan anak tetap terjamin.
Melalui berbagai inisiatif edukasi sejak 2024, PFI Mega Life terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di bidang asuransi jiwa. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan generasi unggul tidak hanya secara intelektual, tetapi juga karakter dan kesiapan menghadapi dinamika global.
Lewat pendekatan yang menyentuh sisi emosional dan rasional orang tua, PFI Mega Life mengajak keluarga Indonesia melihat perencanaan pendidikan bukan sekadar angka, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup anak. Karena setiap mimpi layak untuk dijaga, dilindungi, dan dipersiapkan sejak hari ini.













