Moskow, CoreNews.id — Bank syariah diperkirakan akan mulai beroperasi di Rusia pada 2026. Hal ini karena Bank Sentral Rusia telah memberikan dukungan awal atas inisiatif tersebut. Kehadiran bank syariah diharapkan memperkuat pengembangan pembiayaan kemitraan di Rusia, dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai US$ 12,7 miliar.
Hal itu disampaikan Kepala Komite Duma Negara untuk Pasar Keuangan sekaligus Ketua Dewan Asosiasi Bank Rusia, Anatoly Aksakov di Pusat Organisasi Akuntansi dan Audit untuk Lembaga Keuangan Islam (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions/AAOIFI) di Kazan, sebagaimana dikutip dari laman Russia’s Pivot to Asia, (5/1/2026). Menurut Asakov kembali, pemerintah terus mengupayakan pembentukan bank tersebut dengan melibatkan pelaku usaha, termasuk yang mewakili komunitas Muslim. Di samping itu, negosiasi dengan negara-negara Arab untuk mendirikan bank syariah di Rusia serta rencana pembentukan bank anak perusahaan di salah satu negara Arab, juga telah dilakukan.
Dorongan pembentukan bank syariah, dicatat ditopang dari faktor demografi. Pada 2025, populasi Muslim di Rusia diperkirakan mencapai 20 juta jiwa atau sekitar 14–15 persen dari total penduduk dan diproyeksikan terus bertumbuh. Jumlah tersebut diperkuat oleh kehadiran pekerja migran dari Asia Tengah serta wilayah mayoritas Muslim seperti Kaukasus Utara, Chechnya, Dagestan, dan Ingushetia, serta kawasan Volga seperti Tatarstan dan Bashkortostan.*













