Jakarta, CoreNews.id – Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez ditunjuk sebagai pemimpin sementara negara itu setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026). Pengalihan kekuasaan dilakukan sesuai Pasal 233–234 Konstitusi Venezuela yang mengatur wakil presiden mengambil alih tugas presiden apabila terjadi ketidakhadiran kepala negara.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah VTV, Rodríguez mengecam penangkapan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan Venezuela. Ia menegaskan pemerintah akan tetap berjalan dan mempertahankan stabilitas nasional.
Rodríguez lahir di Caracas pada 18 Mei 1969 dan berlatar belakang pendidikan hukum dari Central University of Venezuela. Karier politiknya erat dengan chavismo, gerakan yang diwariskan Hugo Chávez dan diteruskan Maduro. Ia pernah menjabat Menteri Komunikasi, Menteri Luar Negeri, Presiden Majelis Konstitusi Nasional, serta Wakil Presiden sejak 2018.
Dengan pengalaman panjang di pemerintahan, Rodríguez kini memegang peran strategis dalam memastikan kesinambungan kekuasaan dan menjaga stabilitas Venezuela di tengah krisis politik yang memuncak.













