Jakarta, CoreNews.id — Otoritas sementara di Venezuela telah menyetujui penyerahan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang terkena sanksi kepada Amerika Serikat. Minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol Amerika Serikat demi memastikan manfaatnya bagi rakyat kedua negara.
Hal tersebut disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada platform Truth Social (6/1/2026). Menurut Trump, operasi yang dilakukan AS kepada Venezuela sebagai bagian dari penegakan kembali Doktrin Monroe dan upaya memberantas dugaan perdagangan narkoba serta korupsi, sekaligus memperkuat pengaruh Amerika Serikat atas cadangan minyak besar Venezuela.
Sejumlah kapal tanker yang masuk daftar sanksi AS dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir, diduga untuk menghindari blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap ekspor minyak Venezuela. Berdasarkan data citra satelit dan informasi industri, beberapa kapal menyamarkan identitas atau mematikan sinyal pelacakan, sedangkan lainnya tidak lagi terdeteksi dalam citra berikutnya. Penyamaran tersebut menunjukkan tekanan yang semakin kuat terhadap sektor energi Venezuela sejak blokade total mulai berlaku pada 16 Desember.*













