Majalengka, CoreNews.id — Kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati telah membebani keuangan Pemprov Jabar. Biaya anggaran hingga Rp 100 miliar per tahun untuk bandara, tidak memberikan keuntungan. Padahal BIJB Kertajati merupakan lembaga bisnis atau lembaga penerbangan bisnis.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) di Bandung (7/1/2026). Menurut Dedi, ia telah meminta kepada Kepala Bappeda Jabar, mengenai kemungkinan menghentikan pembiayaan BIJB Kertajati. Hal ini dikarenakan BIJB Kertajati, hanya memberi pengeluaran dan tidak memberi hasil.
Sebagai informasi, Executive General Manager BIJB, Nuril Huda Mahmudan menyatakan BIJB Kertajati memang minim penerbangan. Pada saat ini penerbangan di Bandara Kertajati hanya melayani rute Kertajati-Singapura oleh maskapai Scoot setiap Selasa dan Sabtu. Adapun kapasitas pesawat Scoot mencapai 112 penumpang dengan tingkat keterisian penumpang di kisaran 70 – 80 persen di hari biasa. Sementara itu, selama libur Nataru kemarin, tingkat keterisian penumpang mencapai 90 – 100 persen.*













