Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Demi Perketat Keamanan Ekonomi, Jepang Berencana Paksa Investor Asing Jual Kepemilikan Saham

by Irawan Djoko Nugroho
9 Januari 2026 | 17:19
in Internasional
Selama ini, investor asing yang membeli saham di sektor non-krusial tidak diwajibkan memberi pemberitahuan awal, sehingga ruang intervensi pemerintah terbatas. Pada skema baru, transaksi hingga lima tahun ke belakang dapat ditinjau ulang, terutama bagi investor yang berpotensi bekerja sama dengan kekuatan asing untuk kepentingan intelijen.

Ilustrasi: Jepang. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Tokyo, CoreNews.id — Amandemen undang-undang penyaringan investasi asing tengah diusulkan pemerintah Jepang. Rencana tersebut muncul sebagai upaya pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi memperketat kontrol keamanan ekonomi. Melalui amandemen, otoritas nantinya diberi kewenangan untuk memerintahkan investor asing melepas kepemilikan secara retroaktif apabila dinilai membahayakan keamanan nasional atau ekonomi.

Kebijakan pemerintah Jepang tersebut, diarahkan untuk melindungi perusahaan besar dan rantai pasokan strategis, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap aliran modal asing, khususnya dari negara yang dianggap berisiko tinggi. Selama ini, investor asing yang membeli saham di sektor non-krusial tidak diwajibkan memberi pemberitahuan awal, sehingga ruang intervensi pemerintah terbatas. Pada skema baru, transaksi hingga lima tahun ke belakang dapat ditinjau ulang, terutama bagi investor yang berpotensi bekerja sama dengan kekuatan asing untuk kepentingan intelijen.

Menurut pendiri Board Director Training Institute of Japan Nicholas Benes, niat Jepang tersebut adalah untuk mencegah perusahaan Cina membeli perusahaan dan teknologi terbaik di Jepang.

Sementara itu menurut para ahli, rencana kebijakan tersebut tidak akan menghambat arus investasi masuk secara signifikan. Aktivitas merger dan akuisisi asing ke Jepang justru meningkat 45 persen menjadi US$33 miliar tahun lalu, seiring reformasi tata kelola perusahaan yang mendorong kepercayaan investor. Dampak kebijakan tersebut, diperkirakan hanya akan terbatas pada investor Cina yang berpotensi dikategorikan berisiko tinggi. Dan secara umum, Jepang dinilai tetap kompetitif sebagai tujuan investasi global.*

READ  India-Cina Sepakat Perbaiki Hubungan Akibat Bentrok Perbatasan 2020
Tags: CinaJepangPerdana Menteri Sanae Takaich
Previous Post

Pecahkan Rekor Dunia, Lifter Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Next Post

GAC Cetak Sejarah! Jadi Produsen Otomotif Pertama di Tiongkok yang Kantongi Sertifikasi Keamanan Data Kendaraan

Next Post
gac-jadi-produsen-pertama-tiongkok-sertifikasi-keamanan-data-kendaraan

GAC Cetak Sejarah! Jadi Produsen Otomotif Pertama di Tiongkok yang Kantongi Sertifikasi Keamanan Data Kendaraan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

Kwik Kian Gie

Wafat di Usia 90, Ini 6 Warisan Pemikiran Kwik Kian Gie yang Masih Menginspirasi

29 Juli 2025 | 16:40
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

16 Januari 2026 | 21:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
skandal-dsi-ponzi-berkedok-syariah

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

15 Januari 2026 | 22:00
Menurut Billy, kakao dan kopi memiliki keunggulan ekologis dibanding komoditas lain karena tidak mendorong pembabatan hutan yang menyebabkan homogenisasi hutan. Sistem tanamnya pun, masih mempertahankan tutupan hutan. Sehingga, masih ada shade tree dan tanamannya bisa berada di antara hutan produksi, tidak menjadi monokultur.

Pembangunan Ekonomi Papua Seharusnya Bertumpu pada Kakao dan Kopi Bukan Sawit

17 Januari 2026 | 13:29
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved