Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

PDIP Gelar Rakernas 2026 di Ancol, Ini Isu Panas yang Dibahas: Demokrasi, Lingkungan, hingga Politik Global!

by Teguh Imam Suyudi
10 Januari 2026 | 19:00
in Politik
rakernas-pdip-2026-ancol-isu-demokrasi-lingkungan-politik-global

PDI Perjuangan (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bakal menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 10–12 Januari 2026. Acara ini akan berlangsung di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Rakernas kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan posisi PDIP sebagai Partai Penyeimbang lewat kerja nyata di tengah rakyat.

“Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan,” ujar Hasto dalam keterangannya, Jumat, 9/01/2026..

Diikuti Ribuan Kader hingga Kepala Daerah

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan HUT ke-53 PDIP pada 10 Januari 2026, lalu berlanjut dengan Rakernas hingga 12 Januari. Forum ini akan dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah, anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP.

Rakernas ini juga menjadi tindak lanjut dari hasil Kongres ke-VI PDIP yang digelar pada Agustus 2025 lalu.

Teguhkan Perjuangan Kemanusiaan dan Kerakyatan

Hasto menegaskan, PDIP terus memperkuat komitmen pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat. Hal ini terlihat dari kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDIP) di berbagai daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan wilayah terdampak bencana lainnya.

“PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat, dengan spirit kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.

READ  Ganjar-Mahfud Kampanye Terakhir di Solo, Ingatkan Jalan Demokrasi Jokowi

Tema Rakernas: Satyam Eva Jayate

Dalam Rakernas ini, PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya.” Slogan berbahasa Sanskerta tersebut bermakna “Kebenaran akan Menang.”

Menurut Hasto, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan perisai moral yang berakar pada ideologi Pancasila. Ia juga menekankan pentingnya pesan ini bagi generasi muda di era digital.

“Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate adalah pesan moral untuk berani berbicara kritis, memperjuangkan kebenaran, dan tidak takut melawan arus demi keadilan,” jelasnya.

Ganjar: Demokrasi dan Kebebasan Berbicara Jadi Sorotan

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo mengungkapkan sejumlah isu penting yang dibahas dalam Rakernas 2026. Salah satunya adalah soal kebebasan berbicara sebagai bagian dari nilai demokrasi.

“Rasanya itu perlu kita perjuangkan. Jangan sampai nilai demokrasi kita turun. Mestinya kualitas demokrasi makin baik,” kata Ganjar, Sabtu (10/1/2026).

Selain itu, Rakernas juga membahas dinamika politik internasional yang dinilai membutuhkan sikap tegas dari partai. Isu lingkungan dan penanganan bencana pun menjadi perhatian khusus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Itulah perintah Ketua Umum agar seluruh Tiga Pilar Partai—struktural, eksekutif, dan legislatif—mengontrol wilayah ini,” ungkap Ganjar.

Nantinya, seluruh hasil pembahasan akan dirumuskan menjadi sikap resmi partai yang menjadi pedoman utama bagi seluruh kader.

Tags: PDIP 2026Politik IndonesiaRakernas PDIP
Previous Post

Bukan Cuma Merawat Keluarga, Ibu Juga Harus Dirawat! Ini Pentingnya Skrining Sejak Dini

Next Post

Kuota Impor Daging 2026 Dipangkas Drastis, Pengusaha Was-was PHK Mengintai!

Next Post
kuota-impor-daging-2026-dipangkas-pengusaha-terancam-phk

Kuota Impor Daging 2026 Dipangkas Drastis, Pengusaha Was-was PHK Mengintai!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

Kwik Kian Gie

Wafat di Usia 90, Ini 6 Warisan Pemikiran Kwik Kian Gie yang Masih Menginspirasi

29 Juli 2025 | 16:40
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

16 Januari 2026 | 21:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
skandal-dsi-ponzi-berkedok-syariah

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

15 Januari 2026 | 22:00
Menurut Billy, kakao dan kopi memiliki keunggulan ekologis dibanding komoditas lain karena tidak mendorong pembabatan hutan yang menyebabkan homogenisasi hutan. Sistem tanamnya pun, masih mempertahankan tutupan hutan. Sehingga, masih ada shade tree dan tanamannya bisa berada di antara hutan produksi, tidak menjadi monokultur.

Pembangunan Ekonomi Papua Seharusnya Bertumpu pada Kakao dan Kopi Bukan Sawit

17 Januari 2026 | 13:29
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved