Jakarta, CoreNews.id — Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp9,3 triliun kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1/2026). Pembagian dividen interim ini, telah memperhitungkan kondisi permodalan perusahaan yang solid serta likuiditas yang memadai. Melalui kinerja keuangan yang terjaga, Bank Mandiri tetap memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangan resminya di Jakarta, (14/1/2026). Menurut Riduan, pembagian dividen interim tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri kepada negara, seiring dengan peran Danantara Indonesia sebagai pemegang saham terbesar perseroan. Hal tersebut sejalan dengan upaya optimalisasi nilai investasi pemerintah serta penguatan peran Bank Mandiri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Sebagai informasi, Bank Mandiri dicatat memiliki kinerja positif selama tahun 2025. Seperti misalnya, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.584 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran 91 persen. Selain itu, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 dicatat mencapai Rp2.120 triliun.*













