Jakarta, CoreNews.id – PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkapkan seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) telah habis digunakan. Total dana yang terserap mencapai Rp 13,73 triliun.
Informasi ini disampaikan dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana tersebut diperoleh GOTO dari IPO pada 30 Maret 2022.
Dari jumlah itu, Rp 153,44 miliar dipakai untuk biaya penjaminan emisi serta keperluan profesional lainnya. Sementara Rp 13,57 triliun dialokasikan untuk pengembangan usaha dan penyertaan modal ke sejumlah entitas dalam grup.
Direktur Goto Gojek Tokopedia, Simon Tak Leung Ho, dalam keterbukaan informasi tertanggal 14 Januari 2026, merinci alokasi dana tersebut.
Porsi terbesar digunakan untuk modal kerja, yakni Rp 4,07 triliun. Dana ini ditujukan untuk mendukung operasional dan kebutuhan bisnis perseroan.
GOTO juga menyuntikkan dana Rp 4,07 triliun ke PT Tokopedia. Langkah ini mempertegas fokus perusahaan pada penguatan bisnis e-commerce.
Selain itu, Rp 3,39 triliun dialokasikan ke PT Dompet Anak Bangsa, pengelola layanan dompet digital GoPay. Penyertaan ini menunjukkan komitmen GOTO mengembangkan ekosistem layanan keuangan digital.
Perusahaan juga menanamkan Rp 678,72 miliar ke PT Multifinance Anak Bangsa. Sementara itu, Velox Digital Singapore Pte Ltd menerima suntikan Rp 274,87 miliar, dan Go Viet Technology Trading Joint Stock memperoleh Rp 273,97 miliar.
Untuk kebutuhan internal, GOTO mengalokasikan modal kerja emiten sebesar Rp 300 miliar. Adapun PT Dompet Anak Bangsa mendapatkan tambahan modal kerja Rp 508,61 miliar.
Di pasar saham, sentimen terhadap GOTO terpantau fluktuatif. Pada perdagangan Kamis (15/1/2026), saham GOTO turun 1,45 persen ke level Rp 68 per saham.
Meski begitu, dalam lima hari terakhir, saham GOTO masih mencatatkan kenaikan 3,03 persen.
Menariknya, saham GOTO menjadi yang paling aktif diperdagangkan. Volume transaksi mencapai 5,62 miliar saham atau setara 11,96 persen dari total volume transaksi di BEI hari itu.
Tingginya aktivitas ini mencerminkan perhatian investor yang masih besar terhadap emiten teknologi tersebut, terutama setelah seluruh dana IPO resmi terserap.
Kini, pasar menanti dampak nyata dari penggunaan dana jumbo tersebut terhadap kinerja GOTO ke depan.












