Jakarta, CoreNews.id – Kentut atau buang angin adalah proses alami tubuh. Namun, bila frekuensinya berlebihan dan terjadi tanpa henti, bisa jadi itu tanda masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, bukan sekadar salah makan.
Gas berlebih di saluran cerna bisa berasal dari udara yang tertelan, proses pencernaan makanan oleh bakteri, atau reaksi kimia dalam usus. Meski sering dipicu makanan seperti kacang-kacangan dan kol, buang angin terus-menerus mungkin mengindikasikan kondisi medis tertentu.
Diolah dari sejumlah sumber, berikut 5 kemungkinan penyebab medis di balik kentut berlebihan:
- Sindrom Iritasi Usus (IBS): Iritasi pada usus besar dapat menyebabkan gejala seperti nyeri perut dan peningkatan frekuensi buang angin.
- Intoleransi Laktosa: Ketidakmampuan tubuh mencerna gula dalam susu dan produk olahannya dapat memicu produksi gas berlebih.
- Gangguan Pencernaan Atas: Kondisi seperti GERD atau tukak lambung bisa menyebabkan sendawa berlebihan dan gas.
- SIBO (Pertumbuhan Bakteri Usus Berlebih): Kelebihan bakteri di usus kecil, sering terkait penyakit Crohn atau diabetes, menyebabkan penumpukan gas.
- Kanker Usus Besar: Meski jarang, gas berlebih yang disertai gejala lain seperti perubahan pola BAB atau penurunan berat badan perlu diwaspadai.
Cara Mengatasi di Rumah
Anda bisa mencoba mengurangi frekuensinya dengan menghindari makanan pemicu gas, makan perlahan, mengelola stres, dan mengonsumsi probiotik seperti yoghurt. Namun, jika keluhan berlanjut atau disertai gejala lain seperti sakit perut hebat, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis yang tepat.













