Jakarta, CoreNews.id — Hibah teknologi tepat guna senilai Rp 900 juta kepada 100 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) disalurkan PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamina UMK Academy. Penyaluran hibah tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, penguatan kewirausahaan, serta peningkatan daya saing UMK. Adapun penerima manfaat terdiri atas 25 peserta kategori Champion dan 75 peserta Nominator.
Hal tersebut disampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina Muhamad Baron di Jakarta, (21/1/2026). Menurut Baron, melalui pelatihan, pendampingan, dan hibah alat produksi yang tepat guna, Pertamina berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing, serta semakin naik kelas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari total nilai hibah tersebut, Pertamina telah merealisasikan penyaluran sebesar Rp 555 juta, sementara sisanya dituntaskan pada Januari 2026. Hibah diberikan dalam bentuk alat produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta pengembangan bisnis yang lebih terstruktur. Selain bantuan peralatan, peserta juga memperoleh pembekalan manajemen usaha dan pendampingan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMK.*












