Jakarta, CoreNews.id – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kedua dengan skala besar. Basarnas selaku koordinator mengerahkan 250 personel terlatih dari tim SAR gabungan untuk mencari sekitar 80 orang yang masih tertimbun material longsor.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, di Bandung, Minggu (11/2/2026), menyatakan operasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur kementerian, TNI, dan Polri. Selain tim inti, sekitar 450 personel pendukung juga diterjunkan untuk memperlancar evakuasi di lapangan.
“Kita bagi area pencarian ke beberapa sektor untuk memaksimalkan upaya,” ujar Syafii.
Tim SAR memanfaatkan dua unsur utama: udara dan darat. Sebanyak 12 unit drone dikerahkan untuk pemantauan dari udara. Unsur darat melibatkan personel dan disiapkan alat berat, meski penggunaannya masih dibatasi.
“Alat berat belum sepenuhnya bisa digunakan karena medan masih berupa longsoran bubur pasir yang sangat rawan,” jelasnya.
Pencarian juga diperkuat dengan anjing pelacak (K9) dari unsur TNI dan Polri. Upaya modifikasi cuaca telah dilakukan bekerja sama dengan BNPB agar cuaca mendukung operasi.
“Kita berharap cuaca mendukung. Target awal kita adalah 80 orang yang dilaporkan tertimbun,” tutup Syafii. Operasi SAR terus berlanjut dengan koordinasi intensif untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan.













