Jakarta, CoreNews.id — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menerbitkan delapan seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada 2026. Kedelapan seri SBN ritel yang akan diterbitkan adalah: ORI029 dengan masa penawaran 26 Januari–19 Februari 2026 dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 25 triliun, SR024 pada 6 Maret–15 April 2026, ST016 pada 8 Mei–3 Juni 2026, ORI030 pada 6–30 Juli 2026, SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026, SWR007 pada 4 September–21 Oktober 2026, SBR015 pada 28 September–22 Oktober 2026, serta ST017 pada 6 November–2 Desember 2026.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara Novi Puspita Wardani di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, (26/1/2026). Menurut Novi, pola penerbitan SBN ritel pada 2026 relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, delapan seri SBN ritel yang diterbitkan pemerintah berhasil melibatkan sekitar 263.000 investor, dengan tambahan lebih dari 100.000 investor baru. Hal ini menunjukkan basis investor ritel terus bertambah.
Selain itu, investasi investor individu juga dicatat memiliki tren yang mulai bergeser. Selain membeli instrumen SBN ritel seperti obligasi ritel Indonesia (ORI), sukuk ritel, Sukuk Tabungan, dan Savings Bond Ritel (SBR), investor individu kini mulai masuk ke SBN nonritel atau wholesale seperti seri fixed rate (FR) dan PBS.*













