Jakarta, CoreNews.id – Nabi Muhammad SAW menegaskan dirinya sebagai penutup para nabi dan rasul Allah. Tak akan ada lagi utusan setelah beliau. Sebagai rasul terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman, Rasulullah SAW juga memberi banyak peringatan tentang tanda-tanda mendekatnya hari kiamat.
Dalam sebuah hadis masyhur, Rasulullah SAW bersabda bahwa jarak antara diutusnya beliau dengan datangnya kiamat sangatlah dekat, diibaratkan seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah. Isyarat ini menegaskan bahwa umat manusia hidup pada fase akhir perjalanan sejarah dunia.
Sejumlah hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari menjelaskan ciri-ciri zaman menjelang kiamat. Salah satunya menyebutkan bahwa kebodohan akan semakin marak, sementara ilmu justru diangkat atau menghilang. Pada masa itu pula, pembunuhan dan kekacauan sosial akan merebak di tengah masyarakat.
Hadis lain menyebutkan bahwa di antara tanda kiamat adalah berkurangnya ilmu, menguatnya kebodohan, meluasnya perzinaan, serta maraknya konsumsi minuman keras. Rasulullah SAW juga menggambarkan kondisi zaman yang terasa semakin singkat, pengamalan ajaran agama menurun, sifat kikir meluas, fitnah merajalela, dan kekerasan menjadi hal yang lazim.
Para ulama menjelaskan bahwa “ilmu” yang dimaksud dalam hadis-hadis tersebut bukanlah ilmu pengetahuan umum atau sains. Faktanya, kemajuan teknologi dan keahlian di berbagai bidang justru berkembang pesat di era modern. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu agama—pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menghilangnya ilmu agama dapat bermakna semakin sedikitnya umat yang mengamalkan ajaran Islam secara benar. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa ilmu diangkat melalui wafatnya para ulama, sementara generasi penerus tidak mencapai kedalaman keilmuan yang sama. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan kebodohan kolektif, meski dunia tampak maju secara materi.
Peringatan Nabi Muhammad SAW ini menjadi refleksi penting bagi umat Islam agar kembali menuntut ilmu agama, menjaga nilai-nilai moral, dan memperkuat pengamalan ajaran Islam di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Sumber: Republika.co.id












