Jakarta, CoreNews.id – Lonjakan investor ritel di Indonesia terus mencatatkan rekor baru. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan jumlah investor pasar modal telah menembus 20,36 juta orang pada akhir 2025. Peningkatan signifikan ini memperluas inklusi keuangan sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga stabilitas dan keandalan sistem transaksi saham berbasis digital.
Meningkatnya volume serta kecepatan transaksi membuat akurasi sistem menjadi faktor krusial. Associate Vice President Marketing Ajaib, Azizah, menegaskan bahwa di era investasi digital, teknologi yang andal harus berjalan beriringan dengan literasi pengguna.
“Sistem transaksi saham bekerja secara real-time dan seluruh instruksi diproses persis seperti yang diinput oleh nasabah. Karena itu, selain memastikan sistem yang andal dan aman, kami juga terus mendorong pemahaman investor agar lebih teliti dalam setiap langkah transaksi,” ujarnya, dalam siaran pers, 28/1/2026.
Ajaib juga menyampaikan bahwa isu terkait pengalaman transaksi yang sempat menjadi perhatian publik pada pertengahan tahun lalu telah diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi konstruktif. Seluruh pihak disebut telah mencapai pemahaman selaras mengenai mekanisme sistem dan fitur transaksi yang berlaku.
Sebagai perusahaan sekuritas berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta anggota BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, Ajaib memastikan seluruh transaksi diproses transparan dan dapat ditelusuri sesuai ketentuan.
Dari sisi keamanan, perusahaan telah menerapkan standar internasional ISO 27001 dan menjalani audit berkala oleh pihak independen. Edukasi juga diperkuat melalui panduan penggunaan serta informasi risiko di dalam aplikasi, guna membantu investor mengambil keputusan secara sadar dan terukur.
Ke depan, Ajaib berkomitmen mengembangkan teknologi serta memperluas akses investor ritel, termasuk melalui partisipasi digital dalam penawaran umum perdana saham (e-IPO) dengan pengawasan regulator.
Dengan sistem yang andal dan pemahaman investor yang baik, perusahaan optimistis ekosistem pasar modal digital Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.













