Jakarta, CoreNews.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat terdampak bencana alam di dua lokasi di Aceh Tamiang, yakni Desa Kota Lintang Bawah dan Kampung Durian.
Bantuan tersebut diserahkan pada Selasa, 10 Februari 2026, sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu pemulihan kondisi masyarakat yang hingga kini masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian. Program CSR ini menargetkan sekitar 200 pengungsi di dua titik lokasi tersebut.
Berdasarkan data di lapangan, kedua wilayah terdampak, yakni Desa Kota Lintang dan Kampung Durian, mencakup lebih dari 3.000 kepala keluarga yang terdampak bencana dan masih harus tinggal di pengungsian akibat rumah yang rusak berat atau hanyut.
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, turut terjun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Ia melihat masih banyak pengungsi yang tinggal di tenda penampungan dengan kondisi yang belum sepenuhnya layak, bahkan sebagian sebelumnya harus beristirahat langsung di atas tanah.
“Melihat kondisi tersebut, Perusahaan menyalurkan bantuan berupa perlengkapan dan fasilitas penunjang istirahat agar para pengungsi dapat beristirahat dengan lebih layak. Selain itu, bantuan juga mencakup perlengkapan ibadah seperti sarung, Al-Quran, mukena, sajadah, perlengkapan dapur umum dan baju baru,” ujar Tomi Taufan di Aceh kepada CoreNews.id, Selasa (10/2/2026).
Tomi juga menambahkan, bantuan turut diberikan untuk anak-anak berupa buku edukasi serta alat tulis guna mendukung aktivitas belajar dan bermain di tengah kondisi pengungsian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu menjaga semangat belajar anak-anak meskipun dalam situasi pascabencana.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di lingkungan internal perusahaan. Dana yang digunakan untuk program ini berasal dari Perusahaan, himpunan dana karyawan Mirae Asset Sekuritas serta dukungan nasabah melalui program Odd Lot,” kata Ratna Ekawati, Head of Human Capital Division PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Di sisi lain, kondisi pengungsi di lapangan masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, khususnya terkait fasilitas istirahat dan pemenuhan kebutuhan dasar. Selain perlengkapan tidur, kebutuhan pokok seperti bahan makanan, air bersih, kompor, dan penanak nasi masih sangat dibutuhkan, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Saat ini masih banyak warga yang membutuhkan hunian sementara yang layak serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang diberikan sangat membantu pengungsi dalam bertahan dan mempersiapkan diri menghadapi masa pemulihan,” ujar Aulia, penanggung jawab pengungsian Desa Kota Lintang, Aceh Tamiang.
Sementara itu, Ust. Hamdani, penanggung jawab pengungsian Kampung Durian, Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa kondisi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di lokasi pengungsian saat ini banyak yang rusak. Selain itu, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak yang masih dibutuhkan para pengungsi.
Melalui program CSR ini, Mirae Asset Sekuritas berharap dapat terus berkontribusi secara berkelanjutan dalam mendukung masyarakat terdampak bencana serta memperkuat peran perusahaan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.













