Jakarta, CoreNews.id — Konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein atau satu hingga dua cangkir teh per hari dapat membantu menurunkan risiko demensia, memperlambat penurunan kognitif, serta menjaga fungsi kognitif tetap optimal. Berdasar jurnal JAMA pula, ditemukan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah sedang dikaitkan dengan penurunan risiko demensia hingga 18 persen.
Hal tersebut disampaikan penulis senior studi dan asisten profesor di Harvard Medical School, Daniel Wang, dilansir laman Euro News, (11/2/2026). Menurut Wang, manfaat ini paling terlihat pada kelompok dengan asupan katein sedang. Namun demikian, konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak menunjukkan efek negatif dan tampak memberikan manfaat perlindungan saraf yang serupa dengan konsumsi sedang. Kopi dan teh dicatat mengandung senyawa bioaktif, seperti polifenol dan kafein, yang berpotensi bertindak sebagai faktor neuroprotektif. Senyawa ini diduga mampu mengurangi peradangan dan kerusakan sel, sekaligus mendukung kesehatan fungsi kognitif.
Studi konsumsi kopi berkafein, teh, dan kopi tanpa kafein dengan risiko demensia serta kesehatan kognitif jangka panjang dicatat melibatkan lebih dari 130 ribu peserta. Para peserta dipantau hingga 43 tahun. Selama periode pemantauan, sebanyak 11.033 peserta diketahui mengalami demensia. Studi ini tidak mempertimbangkan perbedaan jenis kopi atau teh, termasuk roast level, asal bahan, maupun metode penyeduhan.
Adapun hasil analisis menunjukkan, baik pada pria maupun perempuan, kelompok dengan asupan kafein tertinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi sedikit atau tidak mengonsumsi kafein sama sekali. Para peminum kopi juga melaporkan gejala penurunan kognitif subjektif yaitu 7,8 persen dibandingkan 9,5 persen pada kelompok yang tidak mengonsumsi kopi.*













