Jakarta, CoreNews.id – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih terus menunjukkan progres signifikan. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, melaporkan bahwa total pembangunan kopdes telah mencapai 29.557 unit per Rabu (5/2/2026) di Kompleks Istana Kepresidenan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 857 unit telah rampung 100 persen dan kini memasuki tahap pengisian barang serta persiapan operasional.
“Yang sudah jadi paling lama satu bulan sudah bisa buka,” ujar Joao.
Ia menambahkan, total keseluruhan unit yang dibangun mencapai 30.611 unit. Seluruh proses pengadaan untuk mendukung operasional telah diselesaikan, dan saat ini fokus pada distribusi logistik.
Dana Rp45 Triliun Mengalir ke Desa
Pembangunan masif ini didukung suntikan anggaran Rp200 triliun yang mulai dikucurkan tiga bulan lalu. Menariknya, dana tersebut langsung menyentuh ekonomi masyarakat akar rumput.
“Sekarang uang menyebar di desa dan industri pendukung. Per hari ini, peredaran dana sudah sekitar Rp45 triliun. Uang benar-benar beredar di bawah untuk membangun gerai,” jelas Joao.
Target Mei-Juni Rampung, Siap Jadi Offtaker UMKM
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan seluruh bangunan fisik Kopdes Merah Putih tuntas pada Mei-Juni 2025. Setelah infrastruktur selesai, fokus beralih ke operasional.
“Kalau diselesaikan, lanjutannya harus ada operasional. Koperasi akan diisi pupuk, sembako, hingga LPG 3 kg,” kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (5/2).
Lebih dari sekadar tempat jual beli, Kopdes Merah Putih juga dirancang menjadi offtaker atau penyerap hasil produksi UMKM lokal. Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi desa sekaligus memangkas rantai distribusi.
Dengan percepatan ini, masyarakat desa dipastikan segera merasakan kehadiran koperasi modern yang tidak hanya melayani kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi mitra usaha kecil.













