Jakarta, CoreNews.id – Kabar baik datang dari sektor lingkungan hidup. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengumumkan bahwa tingkat pengelolaan sampah nasional melonjak signifikan menjadi 24,95 persen per Januari 2026.
Angka ini naik drastis dibandingkan awal tahun 2025 yang masih berada di kisaran 10 persen. Artinya, dalam waktu kurang dari satu tahun, terjadi peningkatan pengelolaan sampah hingga 150 persen.
“Dari angka 10 persen yang dikelola di awal tahun 2025, maka di Januari 2026 angka itu melesat naik di angka 24,95 persen,” ungkap Hanif dikutip dari podcast bersama ANTARA di Kantor KLH, Jakarta, Rabu, 11/02/2026
Peningkatan ini merupakan hasil evaluasi dan pembinaan intensif kepada 472 kabupaten/kota sejak Maret 2025. Saat itu, dari total timbulan sampah nasional yang mencapai 141 ribu ton per hari, hanya sepersepuluhnya yang terkelola dengan baik.
Meski capaian ini patut diapresiasi, Menteri Hanif menyoroti masih banyaknya infrastruktur pengelolaan sampah yang belum beroperasi maksimal. Jika seluruh fasilitas yang sudah terbangun dapat difungsikan secara optimal, angka pengelolaan sampah berpotensi melonjak hingga 57,3 persen.
“Kalau itu dioperasionalkan semua, fasilitas yang ada akan meningkatkan capaian sampai 57,3 persen,” tegasnya.
Namun, target nasional masih jauh. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan pengelolaan sampah 100 persen pada 2029. Sementara Presiden Prabowo Subianto memasang target 63,4 persen di tahun 2026 ini.
Untuk mengejar ketertinggalan, sejumlah langkah strategis terus didorong. Pemerintah meminta pemerintah daerah mengintensifkan pemilahan sampah dari rumah tangga, memperkuat pengelolaan di tingkat lokal, hingga mengoptimalkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Tak ketinggalan, Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo terus digaungkan. Aksi bersih-bersih sampah massal di berbagai wilayah menjadi bukti nyata komitmen ini.
Dengan tren positif ini, optimisme menuju Indonesia bersih sampah 2029 mulai membuncah.













