Jakarta, CoreNews.id – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar “MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia” di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Selasa (11/2/2026). Pagelaran ini merangkum capaian sekaligus arah penguatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) bidang Seni Budaya sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Program MTN sendiri diinisiasi Kementerian PPN/Bappenas dan mencakup Riset dan Inovasi, Olahraga, serta Seni Budaya. Untuk sektor seni budaya, pengelolaan berada di bawah Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, 12/2/2026, menegaskan bahwa pengembangan talenta seni budaya merupakan strategi pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, MTN Seni Budaya bukan program sesaat, melainkan kebijakan nasional berkelanjutan. Negara, kata dia, hadir untuk memastikan talenta memiliki jalur pembinaan, rekognisi, dan keberlanjutan karier.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo turut mendampingi penyerahan apresiasi kepada 88 Rising, Dangdut Academy, dan Indonesian Idol atas kontribusi melahirkan talenta berkiprah di tingkat global.
Apresiasi juga datang dari Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dan Deputi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Pungkas Bahjuri Ali. Keduanya menilai MTN Seni Budaya sebagai model konkret kehadiran negara dalam membangun ekosistem kebudayaan yang relevan menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra melaporkan, sejak revitalisasi skema pada pertengahan 2025, MTN Seni Budaya mencatat capaian signifikan: menjangkau 36.990 peserta pra-pembibitan, bermitra dengan 200 komunitas dan festival, melibatkan 5.711 talenta dalam trajektori, serta menghadirkan 208 program kolaboratif. Sebanyak 116 talenta meraih rekognisi internasional di 19 negara dan 58 kabupaten/kota.
Capaian tersebut dipresentasikan melalui pertunjukan “Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban” yang memadukan seni rupa, pertunjukan, musik, film, dan sastra. MTN Wave menegaskan seni budaya bukan sekadar ekspresi, melainkan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia.













