Jakarta, CoreNews.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta seluruh kepala dinas pertanian mempercepat program cetak sawah dan optimalisasi lahan. Ia menegaskan daerah yang tidak serius akan dievaluasi dan anggarannya dialihkan.
Instruksi itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa, 24 Februari 2026. Rakor diikuti jajaran pusat serta dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota.
“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, nolkan anggarannya,” tegasnya. Ia meminta progres signifikan dilaporkan hingga akhir Maret 2026. Evaluasi besar dilakukan usai Idulfitri, termasuk pergeseran anggaran pada April.
Realisasi cetak sawah tahun lalu sekitar 200 ribu hektare dan ditargetkan naik menjadi 250 ribu hektare tahun ini. Pengadaan beras Januari disebut meningkat 78 persen. “Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja, stok kita tembus 6 juta ton,” ujarnya.
Bantuan akan diprioritaskan bagi daerah dengan progres baik, sementara capaian rendah ditahan hingga menunjukkan perbaikan.













