Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah bersiap memperkuat pengelolaan sampah di 30 kabupaten/kota melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menangani timbulan sampah skala menengah, yakni sekitar 100–120 ton per hari.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa LSDP merupakan kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan dukungan pendanaan dari World Bank.
“Program ini menyasar daerah dengan kapasitas sampah 100 sampai 120 ton per hari. Dari 65 daerah dalam daftar target, akan dipilih 30 yang mendapat bantuan pembiayaan,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Nasional di Jakarta, Rabu, 25/2/2026.
Ia menegaskan, daerah yang telah masuk dalam aglomerasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di 33 lokasi—dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari—tidak termasuk dalam cakupan LSDP. Sementara daerah dengan timbulan di bawah 100 ton per hari diarahkan memperkuat pengelolaan dari hulu, termasuk pengurangan dan pemilahan sampah.
Melalui LSDP, pemerintah menargetkan terbangunnya kapasitas finansial dan kelembagaan daerah, penerapan regulasi standar pengelolaan sampah nasional, peningkatan alokasi anggaran daerah, serta bertambahnya volume sampah yang terkelola. Keberhasilan program juga diukur dari berkurangnya sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Langkah ini diharapkan menjadi strategi komprehensif pemerintah dalam menekan krisis sampah sekaligus memperkuat layanan publik berbasis lingkungan di tingkat daerah.













