Jakarta, CoreNews.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar agenda sosial, melainkan kebijakan strategis membangun fondasi sumber daya manusia unggul.
Politikus Partai Golkar itu menyebut negara tidak boleh setengah hati dalam memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi.
“Mustahil kita menuntut prestasi tinggi jika kebutuhan paling mendasar anak-anak, yakni asupan gizi, diabaikan. MBG adalah jawaban konkret, ini langkah progresif yang harus kita kawal bersama,” ujar Firman dalam keterangan persnya, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menambahkan, berbagai kajian ilmiah membuktikan kecukupan gizi berkorelasi langsung dengan perkembangan kognitif, daya konsentrasi, serta capaian akademik jangka panjang. Menurutnya, MBG memperkuat imunitas, menjaga konsistensi kehadiran siswa, dan meningkatkan fokus belajar sehingga menjadi investasi jangka panjang negara.
Firman juga menolak anggapan program tersebut membebani APBN. Ia menegaskan belanja negara di sektor ini merupakan investasi masa depan. Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan. Pada 2025 pemerintah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.167 sekolah













