Jakarta, CoreNews.id – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendorong pemerintah memaksimalkan peran Indonesia di forum Board of Peace (BoP) untuk membantu meredam konflik Timur Tengah yang melibatkan koalisi Amerika Serikat–Israel dengan Iran.
Anggota Dewan Pertimbangan ICMI Achmad Baidowi menilai situasi geopolitik di kawasan tersebut berpotensi memanas dalam waktu lama. Karena itu, diperlukan langkah diplomasi internasional yang kuat, termasuk dari negara yang punya posisi netral seperti Indonesia.
Menurut Baidowi, Indonesia harus memanfaatkan keanggotaannya di Board of Peace untuk mendorong dialog dan meredakan ketegangan di kawasan Teluk. Jika konflik terus meningkat, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor global, terutama energi.
Ketegangan di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia, terutama jika konflik mempengaruhi jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Jalur ini selama ini dikenal sebagai salah satu rute utama pengiriman minyak global.
Baidowi mengatakan diplomasi aktif perlu dilakukan agar konflik tidak semakin meluas dan memicu ketidakstabilan ekonomi dunia. Ia menilai Indonesia bisa mengambil peran sebagai mediator agar pihak-pihak yang terlibat bersedia duduk bersama di meja perundingan.
“Peran Indonesia bisa menjadi mediator konflik agar kedua pihak mau berunding, setidaknya menghentikan perang,” ujarnya, 6/3/2026.
Ia juga menegaskan langkah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang menganut konsep bebas aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
Meski demikian, tidak semua pihak sepakat dengan keikutsertaan Indonesia di forum BoP. Aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah justru menyarankan pemerintah keluar dari forum tersebut karena dinilai tidak memiliki legitimasi internasional.
Menurutnya, Board of Peace tidak berada dalam mekanisme resmi organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga keikutsertaan Indonesia dianggap tidak sejalan dengan amanat konstitusi.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan Indonesia siap keluar dari BoP jika forum tersebut tidak membantu perjuangan kemerdekaan Palestina dari Israel.













