Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Harga Minyak Melonjak, Mirae Asset Peringatkan Risiko Volatilitas Pasar

by Miroji
10 Maret 2026 | 17:01
in Pasar Modal
Harga Minyak Melonjak, Mirae Asset Peringatkan Risiko Volatilitas Pasar
Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai volatilitas pasar saham domestik berpotensi masih berlanjut di tengah meningkatnya risiko geopolitik global, lonjakan harga energi, serta arus dana asing yang masih berfluktuasi.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak global sekaligus meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Harga minyak Brent bahkan tercatat telah melonjak di atas USD100 per barel, setelah mengalami kenaikan tajam sekitar 35% dalam sepekan pertama. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, termasuk potensi hambatan jalur tanker di Selat Hormuz.

“Level harga minyak saat ini mencerminkan premi risiko geopolitik yang besar. Jika gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama, harga minyak akan berada di atas level USD100 per barel dalam waktu yang lebih lama, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan inflasi global, mempersempit ruang pelonggaran moneter, dan memicu risiko stagflasi,” ujar Rully dalam acara Media Day bertema “Strategic Allocations to Manage Q1 Market Volatility, Jakarta, (10/3/2026).

Menurut Mirae Asset, kenaikan harga minyak yang terlalu cepat berpotensi menghambat proses penurunan suku bunga global dan menekan pasar saham, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia.

Pada perdagangan terbaru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di level 7.585,69 atau turun 1,62%, sementara indeks MSCI Indonesia (EIDO) melemah 2,70%. Tekanan tersebut juga dipengaruhi oleh arus keluar dana asing yang masih berlanjut, dengan net foreign sell sekitar Rp263 miliar. Meski demikian, sejumlah saham berbasis komoditas masih mencatat minat beli dari investor asing, seperti ITMG, PTBA, dan BRMS.

READ  Danantara Berencana Jadi Pemegang Saham BEI Seperti Hong Kong dan India

Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Muhammad Farras Farhan menilai sektor batu bara masih memiliki ketahanan relatif di tengah siklus penurunan harga komoditas. Dalam riset terbarunya mengenai PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), perusahaan mencatat kinerja yang lebih kuat pada kuartal IV 2025 dengan pendapatan mencapai USD512 juta. Pencapaian ini didukung peningkatan volume penjualan menjadi 6,8 juta ton serta kenaikan harga jual rata-rata menjadi USD75 per ton.

“Kinerja ITMG menunjukkan bahwa disiplin biaya dan efisiensi operasional dapat membantu perusahaan mempertahankan profitabilitas meskipun harga batu bara sedang berada dalam fase penurunan,” ujar Farras.

Menurutnya, sektor komoditas berpotensi menjadi salah satu penopang pasar saham domestik ketika volatilitas global meningkat. Hal ini karena sektor tersebut umumnya memiliki arus kas yang kuat dan masih didukung permintaan global.

Menjelang periode Idul Fitri, Mirae Asset juga melihat potensi peningkatan aktivitas ekonomi domestik yang biasanya didorong oleh konsumsi masyarakat. Momentum ini dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi sektor yang berkaitan dengan konsumsi domestik, seperti ritel, makanan dan minuman, serta transportasi.

Saham konsumer seperti CMRY dan MYOR dinilai dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor seiring potensi peningkatan permintaan menjelang Lebaran.

Selain itu, pasar saham juga berpotensi mendapat dukungan jangka pendek dari aktivitas penyesuaian portofolio investor menjelang periode libur panjang Lebaran. Meski demikian, arah pergerakan pasar tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global serta dinamika arus dana asing.

Melalui Media Day bertema “Strategic Allocations to Manage Q1 Market Volatility”, Mirae Asset menekankan pentingnya strategi alokasi aset yang disiplin untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian global. Investor dinilai perlu lebih selektif dalam menentukan sektor investasi agar tetap dapat memanfaatkan peluang yang muncul di pasar.[AS]

READ  Arus Asing Belum Pulih, Mirae Asset Nilai Kenaikan IHSG Terbatas

Tags: harga minyak duniaharga minyak naikMirae Asset Sekuritas IndonesiaPerang AS Iran
Previous Post

Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Terjerat OTT KPK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Silsilah Nabi Ibrahim AS

Silsilah Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:48
Pos Indonesia Integrated National Distribution

Pos Indonesia Bertransformasi Jadi Perusahaan Logistik, Usung Logo Baru POSInd

3 Agustus 2024 | 17:00
Sejarah Asah Usul Nama Kawasan Cipete Jaksel

Sejarah Asah Usul Nama Kawasan Cipete Jaksel

21 November 2024 | 16:13
Menurut Nasaruddin kembali, pengurus Baznas juga diharapkan tidak hanya fokus pada pengelolaan zakat, tetapi turut mengembangkan berbagai potensi filantropi umat lainnya. Hal ini karena zakat, telah memiliki aturan jelas mengenai penerimanya, yakni delapan golongan atau asnaf.

Anggota Baznas Baru Periode 2026-2031 Resmi Ditetapkan

10 Maret 2026 | 14:57
Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:59
Akun Instagram Kejagung Diretas, Muncul Promosi Judi Kasino

Gaji & Tunjangan Jaksa Bakal Dievaluasi, Komjak: Demi Integritas!

27 Januari 2026 | 19:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved