Jakarta, CoreNews.id – Fazz Agen resmi menyandang nama lamanya, Payfazz, setelah satu dekade berkiprah. Langkah ini bukan sekadar nostalgia, melainkan strategi ekspansi besar-besaran. Kini, Payfazz tidak hanya fokus pada agen, tetapi merambah seluruh pelaku usaha di Indonesia, dari warung kaki lima hingga merchant modern.
Kembalinya nama Payfazz menjadi penegasan arah baru perusahaan: bertransformasi menjadi solusi pembayaran digital yang inklusif untuk semua. Perubahan ini diumumkan pada Selasa, 10 Maret 2026, di Jakarta.
Bukan Sekadar Ganti Nama
Sejak lahir pada 2016, Payfazz dikenal sebagai pionir layanan keuangan digital yang memberdayakan agen-agen di daerah. Seiring waktu, brand ini berintegrasi ke dalam ekosistem Fazz Group dan berubah menjadi Fazz Agen. Namun, dinamika pasar menuntut langkah lebih.
“Perubahan ini mencerminkan arah strategis kami. Payfazz tidak lagi hanya identik dengan keagenan, tetapi menjadi solusi pembayaran digital yang lebih luas untuk semua pelaku usaha,” ujar Putri Yulianti, Head of Marketing Fazz, Selasa, 10 Maret 2026.
Fokus Garap EDC dan QRIS
Payfazz kini menggeber dua layanan utama: mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk transaksi kartu debit dan kredit, serta QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk pembayaran nontunai dari berbagai aplikasi dompet digital. Langkah ini merespons gaya transaksi masyarakat yang kian cashless.
Dengan menggabungkan kedua layanan itu dalam satu ekosistem, Payfazz ingin membantu pelaku usaha meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan pelanggan. “Fokus kami ke depan adalah memperkuat adopsi EDC dan QRIS agar merchant dapat berkembang di era transaksi non-tunai,” tambah Putri.
Jaringan dan Kepercayaan Jadi Modal
Hingga awal 2026, Payfazz telah menjangkau ratusan ribu pengguna aktif di lebih dari 500 kota dan kabupaten. Jutaan transaksi diproses setiap bulan, membuktikan peran vitalnya di daerah tier 2 dan 3. Nama Payfazz dinilai memiliki ekuitas brand yang kuat dan relevan untuk menjangkau segmen yang lebih luas.
Aman dan Tetap Terintegrasi
Perubahan identitas ini tidak mengganggu layanan yang sudah berjalan. Saldo, riwayat transaksi, dan keamanan akun tetap terjaga. Payfazz masih menjadi bagian dari ekosistem Fazz Group. Rebranding ini justru bertujuan menyederhanakan komunikasi produk agar pelaku usaha lebih mudah memahami manfaatnya.
Target Ekspansi 2026
Memasuki tahun 2026, Payfazz menargetkan pertumbuhan signifikan melalui ekspansi distribusi EDC dan peningkatan adopsi QRIS. Perusahaan juga akan menggencarkan program promo, insentif kompetitif, serta edukasi bagi pelaku usaha agar mampu bersaing di era digital.
“Kami ingin Payfazz menjadi partner pertumbuhan bagi semua pelaku usaha dengan membantu mereka menerima pembayaran, mendorong peningkatan penghasilan untuk keberlanjutan bisnis mereka,” tutup Putri.
Dengan identitas yang lebih kuat dan fokus yang lebih luas, Payfazz optimistis mempercepat pertumbuhan ekosistem merchant digital dan berkontribusi pada transformasi ekonomi Indonesia.













