Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Gelombang Protes Guncang Iran: Dari Krisis Ekonomi hingga Tuntutan Ganti Rezim

by Teguh Imam Suyudi
12 Januari 2026 | 19:00
in News
gelombang-protes-iran-krisis-ekonomi-tuntutan-rezim

Ilustrasi Bendera Iran (Foto: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Iran tengah diguncang gelombang protes besar yang pecah sejak akhir Desember 2025. Awalnya dipicu oleh krisis ekonomi yang kian mencekik, aksi-aksi ini kini berkembang menjadi tantangan terbuka terhadap pemerintahan ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Unjuk rasa bermula pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko mereka sebagai bentuk protes terhadap melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok. Aksi ini dengan cepat menyebar ke berbagai provinsi, mencerminkan keresahan yang meluas di tengah masyarakat.

Mata Uang Anjlok, Harga Melambung

Salah satu pemicu utama kemarahan publik adalah jatuhnya nilai tukar rial ke titik terendah sepanjang sejarah. Pada awal pekan ini, satu dolar AS diperdagangkan di atas 1,4 juta rial—turun drastis dari sekitar 700 ribu setahun sebelumnya.

Dampaknya terasa langsung. Harga pangan rata-rata naik 72 persen dibanding tahun lalu, sementara inflasi tahunan mencapai sekitar 40 persen. Banyak warga mengaku tak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau saja pemerintah tidak hanya fokus pada harga bahan bakar, tapi juga menurunkan harga barang lain,” ujar Majid Ebrahimi, seorang sopir taksi di Teheran. “Harga produk susu naik enam kali lipat tahun ini, dan barang lainnya lebih dari 10 kali.”

Kondisi ekonomi Iran semakin tertekan oleh sejumlah faktor. Perang singkat selama 12 hari melawan Israel pada Juni 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur di beberapa kota. Pada September 2025, PBB kembali memberlakukan sanksi terkait program nuklir Iran. Sementara itu, pemerintah juga menaikkan harga bahan bakar melalui sistem subsidi baru yang mulai berlaku Desember lalu.

Dari Soal Ekonomi ke Tuntutan Politik

Seiring waktu, tuntutan para demonstran tidak lagi semata soal harga dan inflasi. Seruan kini mengarah langsung pada penolakan terhadap pemerintahan ulama. Sejumlah massa bahkan meneriakkan dukungan kepada Reza Pahlavi, putra Shah Iran terakhir yang kini hidup di pengasingan.

READ  Kebakaran Hebat Landa Glodok Plaza Tamansari Jakbar, Ledakan Keras Guncang Malam Hari

Sebagian pendukungnya menyerukan kembalinya sistem monarki, meskipun Pahlavi sendiri lebih condong pada ide referendum untuk menentukan bentuk pemerintahan yang diinginkan rakyat Iran.

Menurut Maryam Alemzadeh, pakar sejarah dan politik Iran dari Universitas Oxford, dukungan terhadap Pahlavi menjadi salah satu fenomena baru dalam gelombang protes kali ini. “Ada teriakan-teriakan dukungan terhadapnya di jalanan Iran,” ujarnya.

Tuntutan demokrasi dan kebebasan sipil sebenarnya telah mengendap lama, terutama sejak kematian Mahsa Amini pada 2022. Perempuan 22 tahun itu meninggal dalam tahanan polisi moral setelah ditangkap karena dianggap melanggar aturan berpakaian.

Protes Meluas hingga Luar Negeri

Aksi protes kini tidak hanya terkonsentrasi di Teheran. Demonstrasi juga terjadi di sejumlah kota seperti Hafshejan, Junqan, dan Taybad. Media pemerintah melaporkan bahwa aparat keamanan membubarkan beberapa aksi tersebut.

Solidaritas juga datang dari diaspora Iran di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Turki, dan Pakistan. Mereka menggelar aksi dukungan bagi para demonstran di dalam negeri.

Korban Jiwa dan Internet Terputus

Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 100 personel keamanan tewas dalam kerusuhan terbaru. Namun, kelompok oposisi menyebut jumlah korban jauh lebih besar dan mencakup ratusan warga sipil. Angka-angka ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah Iran mengalami pemadaman internet selama empat hari berturut-turut. Lembaga pemantau NetBlocks menyebut hal ini sebagai bagian dari upaya sensor digital yang semakin ketat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan koneksi internet akan segera dipulihkan, termasuk untuk kedutaan dan lembaga pemerintahan.

Ancaman Campur Tangan AS

Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Washington bisa melakukan intervensi militer jika terjadi penindasan berdarah terhadap demonstran. Pernyataan ini ditanggapi keras oleh pemerintah Iran.

READ  Dewan Keamanan PBB Bahas Krisis Iran, AS dan Teheran Saling Tuduh

Araghchi menuduh bahwa kekerasan sengaja dipicu untuk memberi dalih bagi intervensi asing. Ia juga mengklaim pihaknya memiliki bukti distribusi senjata kepada para demonstran.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Para pengamat menilai situasi Iran berada di titik kritis. Maryam Alemzadeh memperingatkan bahwa gelombang protes ini berpotensi meningkat jika tuntutan rakyat tidak dipenuhi.

“Reaksi aparat sangat brutal, bahkan melampaui standar represif yang biasa dilakukan Republik Islam,” katanya. “Namun, keluhan rakyat tidak akan mereda kali ini.”

Ia menambahkan, meskipun gelombang ini berhasil ditekan, potensi pemberontakan baru tetap besar. “Perubahan radikal tampaknya tak terhindarkan—entah dari dalam elite politik, atau akibat intervensi asing yang justru bisa membawa kekacauan baru.”

Sumber: Al Jazeera.com

Tags: Iran MemanasKrisis IranProtes Iran
Previous Post

Waspada! Ini 8 Prediksi Kaspersky soal AI yang Bakal Mengubah Serangan Siber di 2026

Next Post

Drama El Clasico! Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026

Next Post
Drama El Clasico! Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026

Drama El Clasico! Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

23 Oktober 2026 | 11:24
qatar-turkiye-pakistan-indonesia-kerja-sama-pertahanan

Qatar, Turkiye, Pakistan, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

23 Oktober 2026 | 08:00
Menurut Hasan, besarnya sanksi tersebut menjadi rekor denda terbesar sepanjang sejarah OJK. OJK juga tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat apabila pelanggaran yang dilakukan memang menuntut konsekuensi hukum yang berat. Khusus penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal tidak berhenti pada sanksi administratif. Jika hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut menemukan dugaan tindak pidana yang didukung bukti cukup, perkara dapat ditindaklanjuti melalui proses penyidikan dan jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun pada Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

23 Oktober 2026 | 15:53
dki-jakarta-transportasi-gratis-pencari-kerja-2027

DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Bagi Pencari Kerja Mulai 2027

23 Oktober 2026 | 09:00
Perjalanan Jakarta Turki Berapa Jam Naik Pesawat? Ini Durasinya

Perjalanan Jakarta Turki Berapa Jam Naik Pesawat? Ini Durasinya

21 April 2025 | 10:36
ini-3-sektor-dengan-pertumbuhan-laba-bersih-tertinggi-2025

Ini 3 Sektor di BEI dengan Pertumbuhan Laba Bersih Tertinggi di Semester I-2025

4 Agustus 2025 | 18:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved