Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah Filipina menetapkan darurat energi nasional akibat lonjakan harga minyak dunia imbas konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya Israel. Kebijakan ini diikuti langkah penghematan energi, termasuk penerapan kegiatan belajar dari rumah secara daring.
“Kantor pemerintah empat hari kerja. Sekolah-sekolah mulai beralih ke online lagi sekarang,” kata diaspora Indonesia, Ana, Kamis, 26 Maret 2026.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) serta beralih ke transportasi umum. Untuk mendorong hal tersebut, tarif angkutan umum didiskon hingga 50 persen.
“Pemerintah meminta berhemat. Transportasi umum sedang didiskon 50 persen,” ujarnya.
Ana mengungkapkan, harga BBM di Filipina melonjak hingga 100 persen dan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan lainnya. Kondisi ini memicu aksi protes pengemudi jeepney yang menuntut penyesuaian kebijakan.
Aksi tersebut menyebabkan kemacetan di sejumlah wilayah, sehingga sebagian warga memilih berjalan kaki atau menggunakan MRT untuk beraktivitas.













