Jakarta, CoreNews.id — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (31/3/2026) diprediksi menurun. Sekalipun mata uang rupiah dicatat fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.980—Rp 17.030 per dolar AS. Rentang rupiah dalam satu minggu Rp 16.880—Rp 17.100 per dolar AS.
Hal ini disampaikan pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, (29/3/2026). Menurut Ibrahim, terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah pada pekan depan, baik sentimen eksternal maupun internal. Sentimen eksternal pelemahan rupiah terutama berkaitan dengan ketidakpastian kondisi global akibat perang antara AS, Israel, dan Iran.
Sementara itu, sentimen internal yang memengaruhi pergerakan rupiah pada pekan depan di antaranya berkaitan dengan dampak dari stimulus yang digulirkan pemerintah pada kuartal I 2026. Keyakinan pemerintah bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga hingga arus mudik dapat mendorong ekonomi Indonesia tumbuh hingga 5,5 persen atau lebih, tidak tercapai. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, ternyata tidak setinggi target pemerintah, yakni hanya 5,4 persen atau sedikit di bawah target. Perkiraan ini didasarkan pada pelaksanaan Hari Raya Lebaran yang tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Hal ini membuat dorongan pelaksanaan Hari Raya terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi lebih terbatas.*













