Jakarta, CoreNews.id – Iran mengumumkan dua rute alternatif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Kamis (9/4/2026) guna mengantisipasi risiko ranjau laut di jalur utama. Kebijakan ini diambil setelah Teheran membuka kembali selat tersebut secara sementara dalam masa gencatan senjata dua minggu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meminta kapal menggunakan jalur alternatif untuk meningkatkan keselamatan pelayaran.
“Semua kapal yang berniat melintasi Selat Hormuz disarankan mengambil rute alternatif untuk memastikan keselamatan pelayaran dan menghindari potensi bahaya ranjau laut,” demikian pernyataan IRGC.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sejumlah kapal mulai melintas sejak gencatan senjata diberlakukan, sementara ratusan kapal lainnya masih tertahan di kawasan Teluk.
Pembatasan sebelumnya menyebabkan aktivitas pelayaran turun hingga sekitar 95 persen dibanding kondisi normal, dengan ratusan kapal dilaporkan masih menunggu di wilayah tersebut.













