CoreNews.id, Jakarta – Para pemimpin negara-negara Eropa menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Lancaster House, London, Inggris, Minggu (2/3/2025). KTT dilaksanakan guna membahas langkah-langkah untuk memperkuat dukungan ke Ukraina di tengah invasi Rusia, mengutip dari CBS News.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menekankan, ini adalah “momen sekali dalam satu generasi” bagi keamanan Eropa. Ia juga menyerukan dukungan lebih besar bagi Kyiv.
Starmer mengumumkan bahwa Inggris akan menyediakan dana ekspor senilai 1,6 miliar pound (Rp33,4 triliun). Dana tersebut diberikan untuk memasok 5 ribu rudal pertahanan udara ke Ukraina.
Starmer bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sepakat menyusun rencana menghentikan perang. Rencana tersebut nantinya akan diajukan ke AS.
Namun, KTT ini dibayangi oleh kritik Presiden Trump terhadap Zelenskyy, yang dianggap tidak cukup berterima kasih atas bantuan AS. Starmer mengungkapkan, ada diskusi intensif mengenai jaminan keamanan dari AS bagi Ukraina.
Ia menekankan pentingnya memastikan setiap kesepakatan damai bersifat permanen, bukan jeda sementara yang memungkinkan Rusia kembali menyerang. Menurutnya, ada tiga elemen utama yang harus dipenuhi dalam kesepakatan damai.
Tiga elemen tersebut yaitu memperkuat militer Ukraina, menjamin keamanan dari Eropa, dan memastikan dukungan dari AS. KTT ini dihadiri pemimpin dari berbagai negara, termasuk Jerman, Italia, Polandia, Kanada, serta perwakilan NATO dan Uni Eropa.













