Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

75 Tahun Indonesia-Tiongkok: Pasar Karbon Masih Pasif, SCO Belum Jadi Prioritas

by Abdullah Suntani
1 Mei 2025 | 10:23
in Bisnis
diskusi indonesia-cina

Foto: CoreNews/Abduh

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Dalam rangka menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, sejumlah pakar dan perwakilan pemerintah menyoroti peluang dan tantangan dalam kerja sama kedua negara, khususnya dalam isu perubahan iklim dan geopolitik kawasan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bima Yudhistira, menilai bahwa sektor energi (bukan hutan) seharusnya menjadi fokus utama dalam pasar karbon Indonesia. Menurutnya, baik Indonesia maupun Tiongkok kini tengah mengarahkan perhatian ke sektor kelistrikan, meskipun sektor industri baja yang menyumbang lebih dari 11% emisi karbon global masih belum tersentuh secara optimal.

“Jika bicara kolaborasi konservasi hutan antara Tiongkok dan Indonesia, banyak hal yang masih perlu dikerjakan. Salah satunya adalah pendekatan berbasis solusi alam yang bisa mendatangkan pendanaan ke komunitas lokal serta meningkatkan kesejahteraan sosial,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Continuity & Change: China-Indonesia Relations at 75 di Kawasan Menteng, Rabu (30/4/2025).

Bima juga menekankan pentingnya akuntabilitas perusahaan Tiongkok yang beroperasi di luar negeri, khususnya di sektor kehutanan. Ia menilai, meskipun pemerintah Tiongkok sangat tegas dalam menangani kasus korupsi domestik, pengawasan terhadap perusahaan yang berinvestasi di luar negeri belum seketat itu. “Perusahaan yang terlibat dalam deforestasi karena ekspansi perkebunan sawit, misalnya, seharusnya bisa dikenakan sanksi,” tegasnya.

Salah satu peluang kerja sama strategis yang disarankan adalah pengembangan fasilitas hutan tropis berbasis mekanisme insentif dan penalti. Dalam skema ini, reforestasi bisa mendapat dukungan finansial, sementara deforestasi diberi sanksi. Bima menyarankan pembentukan kerja sama trilateral antara Indonesia, Tiongkok, dan negara ketiga seperti Inggris, yang bisa menyumbang sebagian keuntungan dari proyek kehutanan untuk mendanai pelestarian hutan di Kalimantan atau Papua.

READ  Prabowo Ancam Pejabat yang Buat Aturan Rumit Bagi Investor

Namun, ia menilai kerja sama lintas negara dalam pasar karbon saat ini masih belum berjalan dengan optimal. “Permasalahannya bukan hanya dominasi G7 atau pasar karbon Uni Eropa, tapi bagaimana perusahaan Tiongkok yang membeli karbon Indonesia bisa mengkalkulasi dan mengklaimnya secara resmi di negaranya. Ini belum ada mekanisme yang kuat,” katanya.

Di sisi lain, Fungsional Madya Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri Dino R. Kusnadi menyoroti hubungan Indonesia dan Tiongkok dalam konteks keanggotaan di Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Hingga kini, Indonesia belum memiliki rencana untuk bergabung sebagai anggota tetap.

“Saat ini kami lebih sering hadir sebagai undangan dalam kegiatan SCO. Keputusan bergabung tidak diambil sembarangan, ada banyak faktor yang dipertimbangkan, termasuk manfaat dan relevansinya dengan kepentingan Indonesia,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa fokus Indonesia masih berada dalam kerangka ASEAN, dan SCO sendiri lebih bersifat regional-kontinental, bukan maritim seperti Asia Tenggara. “Hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok sudah sangat baik. Jika diundang, kami bersedia hadir sebagai tamu, tapi tidak dalam waktu dekat untuk menjadi anggota penuh,” pungkasnya.

Previous Post

Laporan Intelijen Pakistan: India Akan Menyerang dalam 24-36 Jam ke Depan

Next Post

Stok Beras Nasional Capai Tertinggi dalam 23 Tahun, Prabowo Siap Perkuat Pertanian

Next Post
Panen Raya 2025

Stok Beras Nasional Capai Tertinggi dalam 23 Tahun, Prabowo Siap Perkuat Pertanian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

tugu-insurance-pertahankan-kinerja-solid

Digdaya 10 Tahun! Tugu Insurance Kunci Rating A- Global, Sinyal Kekuatan Finansial Tak Tergoyahkan

9 Februari 2026 | 22:00
bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Kisah Singkat Nabi Nuh AS

Kisah Singkat Nabi Nuh AS

31 Juli 2024 | 16:00
bandar-narkoba-koko-erwin-penyuap-eks-kapolres-bima-ditangkap-di-tanjung-balai

Bandar Narkoba Koko Erwin Penyuap Eks Kapolres Bima Ditangkap di Tanjung Balai

27 Februari 2026 | 11:11
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Peluncurkan TEI ke-41 Tahun 2026, Mendag Busan Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar

Peluncurkan TEI ke-41 Tahun 2026, Mendag Busan Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar

27 Februari 2026 | 14:04
TNI Kuat Rakyat Bermartabat

Presiden Prabowo Sahkan UU TNI Nomor 3 Tahun 2025, Usia Pensiun Perwira Diperpanjang

17 April 2025 | 15:00
Menurut Perry kembali, DIGDAYA x Hackathon 2026 diikuti oleh 1.300 peserta yang berasal dari mahasiswa dari berbagai universitas, pesantren, komunitas digital dan inovasi, dan pelaku usaha jasa keuangan.

OJK dan BI Buka Registrasi Kompetisi Hackathon 2026 Bagi Professional dan Mahasiswa, Batas Akhir 27 Maret 2026

24 Februari 2026 | 11:20
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved