Jakarta, CoreNews.id — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartai I 2025 sangat mengecewakan. Diproyeksikan hanya mencapai 4,93 persen YoY, atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia dicatat sebesar 5,02 persen.
Hal ini disampaikan Senior Chief Economist Samuel Sekuritas Indonesia Research Fithra Faisal Hastiadi dalam keterangannya, (5/5/2025). Menurut Fithra, proyeksi yang lebih rendah ini terjadi di tengah lemahnya permintaan rumah tangga dan investasi. Data tersebut, menunjukkan perlunya stimulus struktural dan peningkatan kepercayaan domestik.
Turunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia selain tekanan global, seperti misalnya penerapan kembali tarif era Presiden AS Donald Trump yang mencapai 32 persen untuk barang-barang Indonesia, juga karena ekonomi domestik yang menurun. Manufaktur dicatat mengalami kontraksi yang parah pada bulan April. Hal ini dapat dilihat dari PMI S&P Global Indonesia yang anjlok ke angka 46,7. Penurunan ini merupakan penurunan paling tajam sejak Agustus 2021 dari posisi bulan Maret di 52,4.*













